Misteri Tiga Arah Kepemimpinan NU di Muktamar 35, Imam Jazuli Buka Suara

AKURAT.CO Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya pada 2026, Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, KH Imam Jazuli Lc., MA., menilai forum lima tahunan itu sebagai momentum strategis untuk menentukan arah baru organisasi.
Ia menyebut warga NU kini tidak hanya menunggu siapa yang terpilih, tetapi juga ingin mengetahui paradigma apa yang akan diusung oleh pemimpin berikutnya.
Dalam keterangannya, Imam Jazuli mengatakan bahwa dinamika beberapa tahun terakhir membuat kebutuhan kepemimpinan NU semakin kompleks. Menurutnya, muktamar kali ini tidak lagi dipahami sebagai kontestasi internal semata.
“Ini bukan hanya soal memilih siapa, tapi memilih jalan apa yang akan ditempuh NU ke depan,” ujar Imam Jazuli dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (18/11/2025).
Baca Juga: BPKH Buka Rekrutmen Professional Hire 2025, Ini Syarat dan Jadwal Daftarnya
Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat Ketua Umum PBNU, di antaranya Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, Dr. (HC) KH Zulfa Mustofa, dan Gus Nusron Wahid. Imam Jazuli menilai ketiga tokoh itu menghadirkan tiga arah kepemimpinan yang berbeda.
Ia mengungkapkan bahwa Nasaruddin Umar dikenal memiliki jejaring kuat di pemerintahan karena menjabat sebagai Menteri Agama sejak 2024. Jejaring struktural itu, menurutnya, membuat posisi Nasaruddin mendapat perhatian khusus.
“Beliau bukan politisi murni. Beliau itu intelektual yang dibesarkan oleh dukungan politisi,” kata Imam Jazuli.
Sementara itu, ia menilai Gus Nusron Wahid sebagai tokoh yang memiliki kekuatan kultural di akar rumput NU. Pengalamannya memimpin GP Ansor menjadi indikator kemampuannya mengonsolidasikan kader dalam jumlah besar, ditambah rekam jejaknya di dunia politik nasional.
Di sisi lain, KH Zulfa Mustofa dinilai membawa karakter berbeda. Imam Jazuli menilai Zulfa sebagai figur kultural dengan kedalaman tradisi keilmuan Islam, sesuatu yang dianggapnya penting di tengah arus globalisasi dan perkembangan konservatisme baru di dunia Islam.
“Zulfa itu membawa ruh turots yang tidak dimiliki kandidat lain,” ujarnya.
Imam Jazuli menjelaskan bahwa ketiga figur tersebut pada dasarnya merepresentasikan paradigma yang berbeda: sinergi struktural negara, kekuatan kader dan jaringan politik, serta akar tradisi keilmuan. Menurutnya, warga NU memiliki tanggung jawab besar untuk membaca arah kebutuhan masa depan sebelum menentukan pilihan.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan NU dalam beberapa tahun ke depan mencakup transformasi digital keagamaan, dinamika politik praktis, kompetisi wacana Islam, serta upaya memperkuat ekonomi berbasis komunitas.
Baca Juga: Abdul Mu’ti: NU dan Muhammadiyah seperti Dua Sayap Garuda Penopang NKRI
Karena itu, ia menilai NU membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi ulama, manajer organisasi besar, komunikator publik, sekaligus penghubung antara pesantren dan negara.
Imam Jazuli menyebut bahwa siapapun yang nantinya terpilih, baik Nasaruddin Umar, Nusron Wahid, maupun Zulfa Mustofa, ketiganya adalah kader terbaik NU. Namun ia mengingatkan bahwa keputusan warga Nahdliyin pada muktamar mendatang akan sangat menentukan peta perjalanan NU untuk lima tahun ke depan.
“Yang diuji bukan hanya para kandidat, tapi juga kejernihan warga NU dalam menentukan prioritas zamannya,” tutur Imam Jazuli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









