Akurat Logo

KH Said Aqil Restui Gus Hery Maju Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35

Lufaefi | 26 Juni 2026, 17:19 WIB
KH Said Aqil Restui Gus Hery Maju Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35
Said Aqil Siradj Mantan Ketum PBNU (Instagram @saidaqilsiroj53)

AKURAT.CO Dukungan terhadap Hery Haryanto Azumi atau Gus Hery untuk maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-35 terus menguat. Salah satu dukungan datang dari mantan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Restu tersebut disampaikan saat Gus Hery bersama rombongan bersilaturahmi ke kediaman KH Said Aqil di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026) malam.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan turut membahas arah kepemimpinan NU ke depan, penguatan pesantren, serta pentingnya menjaga persatuan warga nahdliyin di tengah proses regenerasi organisasi.

Dalam kesempatan itu, KH Said Aqil menyampaikan doa dan harapannya kepada Gus Hery.

Baca Juga: Lokasi Muktamar NU Belum Diputuskan, Gus Salam Ingatkan PBNU Jangan Biarkan Polemik Berlarut

“Semoga Allah SWT memberikan jalan terbaik. Jika memang Allah mentakdirkan amanah kepemimpinan itu kepada Gus Hery, semoga diberikan kemudahan, kekuatan, dan keistiqamahan untuk memimpin NU dengan penuh keikhlasan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Said Aqil, kepemimpinan NU membutuhkan figur yang mampu menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memiliki kemampuan membaca tantangan zaman.

“Yang terpenting bagi seorang pemimpin NU adalah keikhlasan berkhidmat, keteguhan menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta kemampuan merangkul seluruh elemen jam’iyah. Pengalaman organisasi, jejaring yang luas, dan kemampuan membaca tantangan zaman merupakan bekal penting untuk membawa NU semakin maju,” katanya.

Dukungan serupa juga disampaikan sejumlah tokoh yang hadir dalam silaturahmi tersebut. Pendiri dan mantan Ketua Umum KMAPBS, Taufik Rachman Abdul Syakur, menekankan bahwa kontestasi di tubuh PBNU seharusnya dipahami sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar persaingan.

“Saya berpesan kepada Gus Hery agar tetap menjaga keikhlasan dan kesungguhan dalam setiap langkah. Berjuanglah untuk NU dan umat dengan hati yang bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Dakwah sekaligus Ketua DMI Pusat, Abdul Manan Ghani, menilai regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting agar NU tetap adaptif menghadapi perubahan.

“Nahdlatul Ulama membutuhkan kader-kader terbaiknya untuk tampil dan siap memikul amanah kepemimpinan. Muktamar bukan sekadar memilih seorang ketua, tetapi memilih arah masa depan NU,” katanya.

Menanggapi berbagai dukungan dan nasihat tersebut, Gus Hery menegaskan bahwa kunjungannya bukan semata untuk mencari dukungan politik, tetapi memohon doa dan arahan para ulama.

“Saya datang bukan sekadar memohon dukungan, tetapi lebih dari itu memohon doa, nasihat, dan keberkahan dari para masyayikh. Apa pun hasil Muktamar nanti, yang terpenting bagi saya adalah tetap dapat mengabdi kepada NU dengan penuh keikhlasan,” kata Gus Hery.

Baca Juga: PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar, Penetapan Ditargetkan Pertengahan Juli

Ia menambahkan bahwa amanah para ulama akan menjadi pegangan dalam setiap langkah pengabdiannya.

“Amanah para ulama akan selalu menjadi pengingat bahwa perjuangan di NU harus dilandasi niat ibadah dan kemaslahatan umat,” tuturnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama agar pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berlangsung damai dan melahirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat peran Nahdlatul Ulama di bidang keagamaan, kebangsaan, dan peradaban.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi