Muktamar NU Diharapkan Lahirkan Pemimpin Berintegritas, Ini Sembilan Kriteria yang Diusulkan

AKURAT.CO Menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026, berbagai pandangan mengenai sosok ideal Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mengemuka.
Salah satunya disampaikan aktivis muda NU, Hatim Gazali, yang menilai muktamar harus menghasilkan pemimpin berintegritas, independen, dan mampu menjaga arah organisasi di tengah tantangan zaman.
Menurut Hatim, Muktamar NU bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum menentukan arah organisasi dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, politik, hingga perkembangan teknologi yang semakin kompleks.
Ia mengutip hasil survei Alvara Research Center pada akhir 2025 yang menyebut sekitar 140 juta masyarakat Indonesia mengidentifikasi diri sebagai Nahdliyin. Dengan basis warga yang besar tersebut, menurutnya, kepemimpinan PBNU memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga NU sebagai organisasi keagamaan sekaligus kekuatan masyarakat sipil.
Hatim memaparkan sedikitnya sembilan kriteria yang dinilai perlu dimiliki calon Ketua Umum PBNU periode mendatang. Kriteria tersebut meliputi kemampuan menjadi pemersatu di tengah dinamika internal organisasi, memiliki akar kuat di lingkungan pesantren, pengalaman panjang berkhidmat mulai dari tingkat ranting hingga pengurus pusat, serta memiliki wawasan nasional dan global.
Selain itu, ia menilai calon ketua umum juga harus menjaga independensi organisasi dengan tidak menjadi bagian dari partai politik maupun tidak sedang menduduki jabatan politik. Pemimpin NU, lanjutnya, juga diharapkan berpihak kepada kelompok masyarakat lemah, mampu menjaga tradisi pesantren sembari mendorong modernisasi organisasi, serta memiliki kapasitas keulamaan, kemampuan manajerial organisasi, integritas, dan rekam jejak pengabdian yang teruji.
"Pemimpin NU perlu memiliki wawasan nasional dan global, menjaga independensi organisasi dengan tidak menjadi bagian dari partai politik maupun tidak sedang menduduki jabatan politik, serta mampu menjadikan NU sebagai kekuatan masyarakat sipil yang tetap kritis sekaligus konstruktif," ujar Hatim dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (2/8/2026).
Menurutnya, karakter kepemimpinan tersebut penting untuk menjaga marwah pesantren sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam menjawab persoalan kebangsaan dan tantangan global.
Hatim berharap Muktamar Ke-35 NU tidak hanya menghasilkan figur yang memiliki dukungan luas, tetapi juga sosok yang mampu menjaga persatuan organisasi, memperkuat khidmah kepada umat, dan membawa NU memasuki abad keduanya dengan visi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Baca Juga: Jelang Muktamar Ke-35 NU, Usulan Pelembagaan AHWA Menguat untuk Perkuat Otoritas Keulamaan
Ia juga mengajak warga Nahdliyin mengawal proses pemilihan melalui para pengurus cabang dan wilayah. Penilaian terhadap para kandidat, kata dia, sebaiknya didasarkan pada rekam jejak pengabdian, kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kemampuan menjaga marwah organisasi.
"Muktamar tinggal sebulan lagi. Warga Nahdliyin perlu mengawal para pimpinan cabang dan wilayah agar memilih calon ketua umum yang memenuhi kriteria tersebut," kata Hatim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









