Menuju NU 2051, Gus Yahya Dorong Transformasi PBNU hingga Tingkat Ranting

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendorong transformasi organisasi agar semakin mengakar hingga tingkat ranting. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi tantangan NU di abad kedua, mulai dari perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial hingga perubahan demografi dan iklim.
Gus Yahya mengatakan transformasi diperlukan agar besarnya struktur organisasi NU dapat diimbangi dengan tata kelola yang modern, terstandar, digital, dan akuntabel. Namun, modernisasi tersebut tetap harus berjalan dengan mempertahankan tradisi keulamaan sebagai fondasi organisasi.
“Besarnya ukuran organisasi harus diimbangi dengan adaptasi administrasi modern. Digitalisasi dan standarisasi tata kelola adalah jalur mutlak agar NU tetap berdaya guna dan relevan melayani umat di tingkat akar rumput,” ujar Gus Yahya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Saat ini, struktur NU mencakup 38 PWNU, 548 PCNU, sekitar 7.000 MWC, dan lebih dari 61.000 Pengurus Ranting di tingkat desa. Basis warga NU disebut mencapai 57,2 persen dari populasi Muslim Indonesia.
Baca Juga: 100 Kamera dan AI Awasi Muktamar NU ke-35 di Jombang
Menurut Gus Yahya, kondisi tersebut membuat penguatan sistem organisasi menjadi kebutuhan strategis. Ia menyebut pendekatan yang diperlukan NU di abad kedua sebagai Tajdidut Tajdid atau pembaruan atas pembaruan.
Dalam lima tahun terakhir, PBNU telah mendorong standardisasi tata kelola organisasi melalui sejumlah program. Salah satunya melalui platform digital Digdaya NU yang digunakan untuk mendukung administrasi organisasi.
PBNU juga mengembangkan layanan AI WhatsApp Chatbot untuk membantu kebutuhan administratif di tingkat cabang hingga ranting, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber daya teknologi informasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









