AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi didorong untuk menelusuri proyek digitalisasi SPBU Pertamina.
Ketua Pusat Studi Anti Korupsi (Saksi) Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Orin Gusta Andini, mengatakan, proyek digitalisasi SPBU Pertamina yang bekerja sama dengan Telkom senilai Rp3,6 triliun itu sudah berjalan sejak 2020 dan terpasang di 5.518 SPBU.
"Sebenarnya upaya mendigitalisasi itu punya tujuan yang baik, kalau dalam eksekusinya tidak ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan. Jika ada, maka ya seperti saat ini kondisinya. Tujuan tidak tercapai dan banyak pihak dirugikan," jelasnya kepada wartawan, Selasa (16/7/2024).
Orin menilai bahwa KPK perlu menelusuri proyek tersebut, apakah terdapat kerugian negara atau tidak.
Baca Juga: Jokowi Tegaskan Belum Ada Pembahasan Soal Pembatasan BBM Subsidi
Kemudian juga mendalami proses pengadaan proyek yang disebut bisa mengatasi masalah penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran.
"Yang utama menelusuri apakah ada dugaan kerugian keuangan negara, termasuk bisa saja bagaimana proses pengadaannya, apakah ada kejanggalan. KPK kan punya kewenangan untuk itu," ujarnya.
Pertamina bekerja sama dengan Telkom untuk melakukan operasional digitalisasi SPBU guna monitoring data yang terdapat pada noozle yang sudah terpasang.
Melalui hal itu, Pertamina berupaya agar penggunaan data yang tercatat bisa berujung pada penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi tepat sasaran.
Baca Juga: 525 Orang Mendaftar Jadi Capim dan Dewas KPK
Menteri BUMN, Erick Thohir, mendorong PT Pertamina (Persero) dan PT Telkom Indonesia berkolaborasi dalam memperbaiki dan mengembangkan digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Digitalisasi ini penting agar penyaluran BBM bersubsidi bisa dikendalikan secara baik dan tepat sasaran.
Hal itu diungkapkan Erick Thohir dalam unggahan akun Instagram miliknya pada 13 September 2022 lalu.
"Penyaluran BBM bersubsidi harus tepat sasaran. Untuk itu, @pertamina bersama @TelkomIndonesia berkolaborasi untuk terus memperbaiki digitalisasi SPBU. InsyaAllah bermanfaat untuk pengendalian penyaluran BBM," jelasnya.
Baca Juga: Grand Final Proliga 2024 Akhir Pekan Ini di Indonesia Arena
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








