Sesak Napas di Tahanan, Pimpinan Ponpes yang Cabuli Santriwati di Kabupaten Bekasi Meninggal

AKURAT.CO Pimpinan pondok pesantren berinisial S alias Aki Udin (52) yang mencabuli sejumlah santriwati di Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, meninggal dunia karena sesak napas.
"Iya betul meninggal dunia. Karena memang ngeluhnya sesak nafas," kata Kasi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Akhmadi, Rabu (9/10/2024).
Dia menjelaskan, korban sempat mengeluh sesak napas dalam tahanan. Alhasil, S dilarikan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Perempuan di Rancabungur Bogor, Diduga Sudah Meninggal Sejak 10 Hari yang Lalu
Namun nahas, dia dinyatakan meninggal dunia. Pihak keluarga pun menolak autopsi dan jasad korban telah diserahkan ke keluarga.
"Semalam itu dia sesak napas, terus sesama satu ruang tahanan ngasih informasi ke penjaga tahanan. Terus dari penjaga tahanan ngasih informasi ke piket Reskrim dan ke Dokkes, dari piket Reskrim dan Dokkes dibawa lah ke RS Kramat Jati soekamto. Di RS meninggal," ungkap dia.
Sebelumnya, ayah dan anak berinisial S (52) dan MH (29) yang merupakan pimpinan pondok pesantren di Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, telah ditetapkan tersangka usai diduga melakukan pencabulan terhadap para santriwati.
Meski begitu, ayah dan anak ini mengaku tak saling mengetahui setelah diduga melancarkan aksi cabulnya.
"Enggak tahu, ngakunya enggak tahu (saling melecehkan)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Sang Ngurah Wiratama kepada wartawan, Jumat (3/10/2024).
Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam dijerat dengan Pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





