Akurat
Pemprov Sumsel

Pelaku Penyekapan Bocah di Pospol Pejaten Diduga Sempat Cabuli Korban

Dwana Muhfaqdilla | 29 Oktober 2024, 13:26 WIB
Pelaku Penyekapan Bocah di Pospol Pejaten Diduga Sempat Cabuli Korban

AKURAT.CO Pelaku penyekapan seorang bocah di pos polisi Pejaten, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, diduga mencabuli korban saat melakukan aksinya.

"Kanit PPA dan tim menuju ke Polres Jaksel dan ternyata benar pada saat anak korban di interogasi menjelaskan dicabuli, dinakalin pelaku. Dicium, diraba oleh pelaku," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (29/10/2024).

Kemudian, saat korban dibawa jalan-jalan oleh pelaku dengan motor, pelaku berinisial IJ (54) diduga melakukan kekerasan fisik yang mengakibatkan korban terluka di leher, jempol tangan kiri, terkena sayatan pisau di dagu, serta luka memar di pelipis sebelah kiri dan bawah mata kanan.

Baca Juga: Negosiasi Sempat Alot, Pelaku Penyekapan Bocah di Pejaten Minta Disiapkan Mobil

"Korban selanjutnya dilakukan Ver (Visum et Repertum) dan pemeriksaan kesehatan, pemulihan dan pendampingan dengan lembaga pemerhati anak dan UPT PPPA," ungkap dia.

Saat ini, pelaku pun telah mengakui perbuatannya. Bahkan, sebelum menculik korban, pelaku telah menyiapkan pisau dapur yang diambil secara diam-diam di rumah korban.

"Selanjutnya korban berikut pelaku dan barang buktinya di bawa ke Komando Polres Jakarta Timur guna penyidikan lebih," tukas dia.

Sebelumnya, aksi penyekapan terhadap seorang bocah perempuan terjadi di pos polisi Pejaten, tepatnya sekitar mal The Park Pejaten, Jalan Warung Jati Barat, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2024).

Peristiwa ini diunggah oleh akun X @MilUsaid dan viral di media sosial. Terlihat pelaku penyekapan membawa senjata tajam yang ditodongkan ke leher bocah berbaju pink dan bercelana merah.

Terlihat pula arus lalu lintas sekitar lokasi sedikit macet dan kejadian ini pun menjadi perhatian sejumlah pengendara yang melintas. Sang bocah pun terlihat meringis ketakutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.