AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menentukan waktu pemanggilan ulang Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, untuk diperiksa sebagai tersangka.
Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, menyebut, penyidik masih menyusun jadwal untuk memeriksa Hasto setelah mangkir dari panggilan pada Senin (6/1/2025).
"Bahwa yang bersangkutan tidak hadir dan akan di-reschedule. Namun reschedule-nya kapan, masih belum bisa disampaikan saat ini," katanya, kepada wartawan, Rabu (8/1/2025).
Baca Juga: Penyidik KPK Geledah Rumah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Tessa belum bisa memastikan adanya kemungkinan percepatan waktu pemeriksaan Hasto usai rumahnya digeledah pada Selasa, (7/1/2025) kemarin.
Penjadwalan diserahkan kepada penyidik untuk kebutuhan pemberkasan kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dan perintangan penyidikan, yang menjerat Sekjen PDIP itu bersama buronan Harun Masiku.
Penyidik KPK telah mengembangkan kasus Harun Masiku dengan menetapkan Hasto Kristiyanto dan advokat sekaligus kader PDIP, Donny Tri Istiqomah, sebagai tersangka.
Baca Juga: Hasto Kristiyanto: PDIP Menghormati Putusan KPK
Keduanya diduga terlibat dalam proses suap kepada mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.
Hasto turut dijerat dengan pasal perintangan penyidikan.
Pasalnya, dia diketahui melakukan sejumlah cara untuk membuat perkara tersebut tidak selesai.
Baca Juga: Jokowi Soal Penetapan Hasto Kristiyanto sebagai Tersangka: Hormati Proses Hukum
Salah satunya dengan meminta Harun Masiku merusak ponselnya dan kabur setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) digelar KPK.
Hasto sudah dicegah ke luar negeri oleh KPK.
Penyidik turut menerbitkan larangan bepergian ke luar negeri terhadap mantan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.
Baca Juga: Lima Tahun Berlalu, Inilah Alasan KPK Baru Tetapkan Hasto Kristiyanto sebagai Tersangka
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









