Masyarakat Butuh Kepastian Tata Kelola di Pertamina, INDEF: Belum Ada Langkah Konkret

AKURAT.CO Kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pertamina terus menjadi sorotan publik.
Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp193,7 triliun pada 2023.
Skandal ini melibatkan jajaran direksi di anak perusahaan Pertamina, termasuk PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Pertamina Patra Niaga (PPN), serta pihak swasta.
Di tengah proses hukum yang berjalan, masyarakat menanti langkah konkret dari pemerintah dan manajemen Pertamina dalam memperbaiki tata kelola internalnya.
Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, menilai, hingga saat ini belum ada kejelasan atau tindakan nyata dari Menteri BUMN maupun jajaran manajemen Pertamina terkait pembenahan internal perusahaan.
Baca Juga: BAP DPD RI Mediasi Masalah Agraria dan Pensiunan BRI dengan Kementerian Terkait
“Masyarakat butuh kepastian untuk membuktikan dengan menunjukan perbaikan tata kelola di internal Pertamina itu sendiri seperti apa. Menteri BUMN dan jajaran manajemen Pertamina perlu menjelaskan perbaikan apa yang akan dilakukan,” ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Rabu (5/3/2025).
Menurut Abra, langkah konkret yang ditunggu publik salah satunya adalah transparansi dalam proses pengadaan minyak mentah dan produk kilang, baik oleh Pertamina maupun anak perusahaannya.
“Apakah ada perubahan mekanisme, perubahan prosedur, atau seperti apa? Itu juga perlu disampaikan ke publik,” katanya.
Ia menegaskan bahwa tanpa adanya kejelasan dari pemerintah maupun internal Pertamina, dikhawatirkan KPI dan PPN akan mengalami ketidakpastian dalam mengambil keputusan terkait pengadaan dan pengolahan minyak.
“Jadi ini juga harus ada kepastian hukum dari sisi internal Pertamina. Jika tidak, keterlambatan dalam pengambilan keputusan bisa mengganggu pasokan BBM ke masyarakat,” tegasnya.
Kasus dugaan korupsi ini menjadi ujian bagi pemerintah dalam menegakkan tata kelola yang baik di sektor energi.
Kejelasan mengenai perbaikan prosedur di Pertamina menjadi krusial agar kepercayaan publik dapat kembali pulih dan distribusi energi tetap berjalan lancar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









