Muannas Alaidid Desak Pemerintah Bertindak Tegas Hadapi Ancaman Asing di Balik Penolakan PSN

AKURAT.CO Konsultan Hukum PIK 2, Muannas Alaidid, menyuarakan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak yang mencoba menghambat pembangunan nasional dengan dalih melawan oligarki.
Menurutnya, sikap tegas dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan jalannya pembangunan tetap aman dan lancar.
“Menolak investasi dan kemajuan bangsa dengan dalih melawan oligarki. Sudah saatnya pemerintah tindak tegas mereka,” tulis Muannas melalui akun X-nya, @muannas_alaidid, dikutip pada Rabu (12/3/2025).
Pernyataan Muannas ini muncul setelah Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap ancaman adu domba dari kekuatan asing.
Peringatan itu disampaikan dalam perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra, di mana Prabowo menegaskan bahwa pihak asing kerap kali berupaya memecah belah Indonesia.
“Kalau ada yang dihasut-hasut, atau mau ada yang menghasut, waspada. Ini ulah kekuatan asing yang selalu ingin memecah belah Indonesia,” ujar Prabowo.
Peringatan Presiden tersebut bertepatan dengan maraknya gelombang demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” yang menuntut pembatalan pemangkasan anggaran, penghentian proyek strategis nasional (PSN) yang dianggap bermasalah, serta penghapusan kebijakan multifungsi ABRI.
Namun, sejumlah pihak menduga aksi ini tidak sepenuhnya murni berasal dari aspirasi masyarakat.
Akun X bernama Intel-Imut mengklaim, demonstrasi tersebut ditunggangi oleh organisasi non-pemerintah (NGO) yang didanai asing dengan tujuan mengacaukan stabilitas nasional.
“Sayangnya, aksi mahasiswa masih dimanfaatkan dan ditunggangi organ-organ NGO yang dibiayai asing. Mereka memang sejak lama menginginkan bangsa ini pecah,” tulis akun tersebut.
Laporan lain mengungkapkan bahwa sejak Oktober 2024, sejumlah NGO asing bekerja sama dengan LSM lokal untuk menggagalkan proyek-proyek strategis nasional.
Baca Juga: Resmi Dibuka! Cek Syarat dan Cara Daftar Mudik gratis Kemenhub Lebaran 2025, Buruan Kouta Terbatas
Mereka diduga menggunakan berbagai cara, mulai dari merilis penelitian yang dianggap palsu hingga memanipulasi opini publik dan menggerakkan demonstrasi besar-besaran.
Sementara itu, di tengah situasi yang memanas, pemerintah Prabowo Subianto tetap fokus menjalankan 15 megaproyek hilirisasi dengan nilai miliaran dolar.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi Indonesia dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Namun, kesuksesan megaproyek tersebut tampaknya mengancam kepentingan asing dan oknum tertentu di dalam negeri, yang mencoba menggagalkan berbagai upaya pembangunan dengan dalih membela rakyat.
Muannas pun mendesak pemerintah agar tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas untuk melindungi Indonesia dari segala bentuk intervensi asing.
Baca Juga: Gubernur Kaltim Tinjau Terminal Peti Kemas Kariangau, Dorong Pengembangan untuk Tingkatkan PAD
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







