DPR Pertanyakan Mentalitas Hakim: Praktik Suap Bukan Soal Besaran Gaji!

AKURAT.CO Kasus dugaan suap yang menjerat Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beserta tiga hakim lainnya dinilai mencerminkan persoalan integritas dan mentalitas, bukan sekadar masalah kesejahteraan.
Anggota Komisi III DPR RI, Hasbiallah Ilyas, menegaskan, besaran gaji tidak menjadi jaminan seseorang bebas dari praktik suap.
Ia menilai, banyak aparatur negara dengan gaji terbatas justru mampu menjaga integritasnya.
"Ini bukan soal nominal gaji, tapi soal mentalitas dan lingkungan. Banyak juga abdi negara bergaji rendah tapi tetap bisa menolak suap," ujar Hasbiallah saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (14/4/2025).
Ia mengakui, saat ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya menutup celah terjadinya praktik suap.
Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Kokoh di Puncak, Real Madrid Pangkas Selisih
Namun, celah tersebut tetap bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, terutama karena pengaruh lingkungan sekitar.
"Bisa saja hakim yang bersangkutan awalnya tidak berniat bermain perkara. Tapi kemudian tergoda oleh rayuan pihak yang berperkara atau pengacaranya untuk memenangkan kasus tertentu," jelasnya.
Untuk mencegah praktik suap di peradilan, Hasbiallah mengusulkan penguatan sistem pengawasan terhadap profesi advokat.
Menurutnya, advokat merupakan bagian penting dalam proses peradilan dan sering kali menjadi perantara dalam praktik suap menyuap.
"Perlu ada penguatan sistem pengawasan terhadap advokat. Ini harus kita bahas bersama dengan organisasi profesi seperti PERADI dan lembaga-lembaga advokat lainnya," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga legislatif, yudikatif, dan organisasi profesi hukum dalam mendorong sistem peradilan yang bersih dan berintegritas.
Baca Juga: Akui Timnas Indonesia U-17 Hadapi Laga Berat Lawan Korut, Erick Thohir Sebut Target sudah Tercapai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







