Diduga Kasus Pembunuhan Tutupi Korupsi, Polisi Diminta Usut Kebenaran Tewasnya Ermanto Usman

AKURAT.CO Aparat kepolisian didesak untuk mengusut tuntas kasus mantan pegawai Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto Usman (65), yang ditemukan tewas di kediamannya.
Ermanto dikenal sebagai sosok yang mengungkap soal dugaan korupsi terkait pengelolaan di pelabuhan. Bahkan ia pernah tampil dalam podcast di akun YouTube Forum Keadilan TV pada 15 Desember 2025 dengan judul 'PELINDO BONEKA PT.HUTCHINSON (HONGKONG)... ADA PEMERINTAH DI ATAS PEMERINTAH...!!!".
Anggota Komisi III DPR, Abdullah, mengatakan kasus pembunuhan terhadap Ermanto harus ditangani secara serius dan transparan, karena korban dikenal sebagai aktivis yang vokal mengungkap dugaan praktik korupsi dan berbagai penyimpangan di lingkungan pelabuhan.
Baca Juga: Israel Rahasiakan Korban-korban yang Tewas di Bunker Akibat Rudal Iran
"Peristiwa ini harus diusut tuntas. Kepolisian perlu memastikan apakah kasus ini murni perampokan yang disertai penganiayaan atau ada unsur pembunuhan berencana terhadap korban yang selama ini dikenal kritis dan vokal," kata Abdullah, melalui keterangan tertulis, Minggu (8/3/2026).
Dia menilai, aparat kepolisian harus bergerak cepat dan profesional dalam mengungkap kasus tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Dia juga meminta penyidik bekerja secara objektif dengan menelusuri seluruh kemungkinan motif yang melatarbelakangi pembunuhan tersebut.
"Polisi harus mampu mengungkap siapa pelaku dan juga dalang di balik pembunuhan ini. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan transparan," katanya.
Jika benar terdapat unsur pembunuhan berencana, maka aparat penegak hukum harus menindak pelaku tanpa pandang bulu. "Siapa pun yang terlibat dalam pembunuhan ini harus diproses secara hukum. Tidak boleh ada perlindungan terhadap pelaku. Penegakan hukum harus berlaku sama bagi semua," tegasnya.
Abdullah juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya Ermanto Usman, dan berharap keluarga korban diberikan ketabahan.
Baca Juga: Longsor di Tambang Coltan Kongo Tewaskan Lebih dari 200 Orang, Puluhan Anak Jadi Korban
"Pengungkapan kasus ini penting untuk memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum," pungkasnya.
Seperti diberitakan, Ermanto dan istrinya, Pasmilawati (60), diduga menjadi korban perampokan disertai penganiayaan yang berujung maut pada Senin (2/3/2026).
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan dugaan sementara peristiwa yang menimpa Ermanto dan Pasmilawati mengarah pada tindak perampokan meski motif pastinya masih dalam penyelidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 4Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk









