Akurat
Pemprov Sumsel

5 Kejanggalan Kasus Siswi SD Diduga Bunuh Ibu Kandung di Medan, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

Naufal Lanten | 18 Desember 2025, 11:58 WIB
5 Kejanggalan Kasus Siswi SD Diduga Bunuh Ibu Kandung di Medan, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas

AKURAT.CO Kasus kematian Faizah Soraya (42) di Kota Medan, Sumatra Utara, terus memantik perhatian publik. Perempuan yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya itu diduga dibunuh oleh putri bungsunya sendiri, siswi kelas 6 SD berinisial SAS alias Al. Namun, pengakuan tersebut justru menimbulkan keraguan di kalangan keluarga besar korban.

Keluarga menilai ada banyak kejanggalan yang tidak sejalan dengan logika, mengingat usia terduga pelaku yang masih 12 tahun. Sejumlah fakta yang muncul sejak awal kejadian hingga penanganan korban sebelum meninggal dunia membuat keluarga meminta polisi mengusut kasus ini secara menyeluruh dan transparan.

Peristiwa tragis ini terjadi di rumah korban di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, pada Rabu, 10 Desember 2025, sekitar pukul 05.00 WIB. Sejak saat itu, kasus ini menjadi sorotan karena menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab.

Kronologi Awal Kasus Kematian Faizah Soraya

Berdasarkan informasi yang diketahui keluarga, dugaan penikaman terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, Faizah disebut tidur bersama kedua anaknya di kamar lantai bawah rumah. Sementara sang suami, Alham Humala Siagian, berada di lantai atas.

Setelah kejadian, Al mengaku kepada keluarga bahwa dirinya telah menikam sang ibu. Pengakuan tersebut membuat Al kemudian dibawa ke Polrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Dalam proses tersebut, Al didampingi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta pihak keluarga.

Polisi juga telah melakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara dengan menghadirkan Al, kakaknya, serta ayahnya. Meski demikian, keluarga korban mengaku belum sepenuhnya yakin dengan versi kejadian yang beredar.

Kejanggalan Pertama: Tidak Ada Teriakan atau Perlawanan Korban

Salah satu kejanggalan yang paling dipertanyakan keluarga adalah tidak adanya teriakan atau perlawanan dari Faizah saat peristiwa penikaman terjadi. Padahal, suaminya berada di dalam rumah, tepatnya di lantai atas.

Menurut keluarga, jika benar terjadi penikaman dalam jumlah banyak, seharusnya korban sempat berteriak atau meminta pertolongan. Fakta bahwa tidak ada suara yang membangunkan penghuni rumah lain dinilai sulit diterima secara logika.

Kejanggalan Kedua: Rentang Waktu Panjang Tanpa Bantuan Warga

Keluarga juga menyoroti jeda waktu yang cukup lama antara dugaan waktu kejadian dan kedatangan ambulans. Insiden disebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, sementara ambulans baru tiba sekitar pukul 04.30 WIB.

Dalam rentang waktu tersebut, keluarga mempertanyakan mengapa tidak ada upaya meminta bantuan warga sekitar. Padahal, pertolongan pertama dinilai sangat krusial dan bisa menentukan peluang korban untuk bertahan hidup.

Kejanggalan Ketiga: Korban Masih Hidup dan Sempat Meminta Minum

Informasi lain yang memperkuat keraguan keluarga adalah kondisi korban saat ambulans tiba. Berdasarkan keterangan yang diterima keluarga, Faizah masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan bahkan sempat meminta minum kepada warga.

Namun, korban tidak segera dievakuasi karena pihak ambulans disebut menerima informasi awal bahwa korban hanya mengalami pendarahan, bukan akibat penyerangan atau penikaman. Tak lama setelah itu, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kejanggalan Keempat: Luka Tusukan Lebih dari 20 di Berbagai Bagian Tubuh

Jumlah luka tusukan di tubuh Faizah juga menjadi sorotan utama keluarga. Disebutkan bahwa terdapat lebih dari 20 luka tusuk yang tersebar di punggung, perut, tangan, kaki, hingga kepala korban.

Keluarga menilai, sangat sulit membayangkan seorang anak kelas 6 SD mampu melakukan penikaman sebanyak itu tanpa adanya perlawanan berarti dari korban. Terlebih, tidak ada indikasi bahwa korban sempat berteriak atau mencoba menyelamatkan diri.

Kejanggalan Kelima: Tidak Ditemukan Luka pada Terduga Pelaku

Hal lain yang dinilai janggal adalah kondisi fisik terduga pelaku. Keluarga menyebut tidak ditemukan luka di tangan Al setelah kejadian. Sebaliknya, justru kakak Al yang diketahui mengalami luka.

Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan keluarga mengenai siapa sebenarnya yang terlibat langsung dalam peristiwa penikaman tersebut.

 

Polisi Masih Lakukan Pendalaman

Hingga kini, penyidik Polrestabes Medan masih terus mendalami kasus dugaan anak bunuh ibu ini. Polisi menegaskan proses pemeriksaan masih berjalan dengan melibatkan pendampingan dari pihak terkait, mengingat usia terduga pelaku yang masih di bawah umur.

Keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap fakta yang sebenarnya di balik kematian Faizah Soraya. Mereka menilai pengusutan secara menyeluruh sangat penting agar tidak ada fakta yang terlewat dalam kasus yang penuh kejanggalan ini.

Kasus ini pun masih terus menjadi perhatian publik. Jika kamu ingin mengikuti perkembangan terbaru terkait kasus ini dan isu kriminal lainnya, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.

Baca Juga: Sutradara Legendaris Hollywood Rob Reiner dan Istrinya Ditemukan Tewas, Polisi Duga Pembunuhan

Baca Juga: Bikin Onar di Pesawat, Pekerja Sosial Inggris Hadapi Tujuh Dakwaan Termasuk Ancaman Pembunuhan

FAQ

Apa yang terjadi dalam kasus kematian Faizah Soraya di Medan?

Faizah Soraya ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Dwikora, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, pada 10 Desember 2025. Ia diduga tewas akibat penikaman, dengan terduga pelaku adalah putri bungsunya sendiri yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Benarkah pelaku pembunuhan adalah anak kandung korban?

Terduga pelaku memang mengaku telah menikam ibunya. Namun, keluarga besar korban meragukan pengakuan tersebut karena menemukan sejumlah kejanggalan dalam kronologi dan kondisi korban. Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut.

Apa saja kejanggalan yang disoroti keluarga korban?

Keluarga mengungkap lima kejanggalan utama, yaitu tidak adanya teriakan korban saat kejadian, lambatnya permintaan bantuan warga, kondisi korban yang masih hidup saat ambulans tiba, jumlah luka tusukan yang mencapai lebih dari 20, serta tidak ditemukannya luka pada terduga pelaku.

Apakah korban sempat mendapatkan pertolongan medis?

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, ambulans sempat datang ke lokasi dan menemukan korban masih hidup. Namun, korban tidak langsung dievakuasi karena adanya kesalahpahaman informasi awal mengenai penyebab luka, sehingga korban akhirnya meninggal dunia di rumah.

Mengapa keluarga meragukan kemampuan anak SD melakukan penikaman puluhan kali?

Keluarga menilai secara logika sangat sulit membayangkan seorang anak berusia 12 tahun mampu melakukan penikaman lebih dari 20 kali ke berbagai bagian tubuh tanpa adanya perlawanan atau teriakan dari korban.

Apakah kondisi keluarga korban sebelumnya bermasalah?

Menurut keterangan warga sekitar, keluarga korban dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi. Selain itu, beredar informasi bahwa pasangan suami istri tersebut telah lama pisah ranjang dan kerap terdengar pertengkaran dari dalam rumah.

Bagaimana perkembangan penyelidikan oleh pihak kepolisian?

Polisi telah melakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara dan memeriksa terduga pelaku dengan pendampingan pihak terkait, termasuk KPAI. Hingga saat ini, kasus masih dalam tahap pendalaman untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Apakah ada pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus ini?

Belum ada kesimpulan resmi dari kepolisian terkait kemungkinan keterlibatan pihak lain. Namun, keluarga berharap penyidik menelusuri seluruh kemungkinan, mengingat banyaknya kejanggalan yang ditemukan.

Mengapa kasus ini mendapat perhatian luas dari publik?

Kasus ini menarik perhatian karena melibatkan anak di bawah umur sebagai terduga pelaku, disertai banyak kejanggalan dalam kronologi kejadian. Hal tersebut memicu diskusi luas di media sosial dan masyarakat.

Di mana bisa mengikuti perkembangan terbaru kasus ini?

Perkembangan terbaru kasus ini dapat diikuti melalui pemberitaan media nasional dan lokal yang terus memantau proses penyelidikan oleh kepolisian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.