Akurat Logo

Profil Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota BPK yang Disorot KPK, Ini Perjalanan Karier dan Harta Kekayaannya

Idham Nur Indrajaya | 15 Juli 2026, 18:26 WIB
Profil Bobby Adhityo Rizaldi, Anggota BPK yang Disorot KPK, Ini Perjalanan Karier dan Harta Kekayaannya
Profil Bobby Adhityo Rizaldi, perjalanan karier, jabatan di BPK, hingga harta kekayaan Rp27,29 miliar berdasarkan LHKPN terbaru. dok. Facebook/bobbyrizaldiofficial

AKURAT.CO Nama Bobby Adhityo Rizaldi menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan keterkaitannya dalam perkara suap pengondisian hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Di tengah perkembangan penyidikan tersebut, banyak masyarakat ingin mengetahui siapa sebenarnya Bobby Adhityo Rizaldi, bagaimana perjalanan kariernya hingga menjadi anggota BPK, serta berapa harta kekayaan yang dilaporkannya dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Meski namanya ikut mencuat dalam proses penyidikan, hingga saat ini Bobby belum berstatus tersangka. KPK masih mendalami keterangannya sebagai bagian dari proses pengumpulan bukti. Di sisi lain, rekam jejak Bobby sebagai akuntan, profesional di sektor energi, anggota DPR RI selama tiga periode, hingga dipercaya menjadi Anggota V BPK RI turut menjadi perhatian masyarakat.

Ringkasan

Bobby Adhityo Rizaldi adalah Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia periode 2024–2029 yang sebelumnya dikenal sebagai politisi Partai Golkar dan anggota DPR RI selama tiga periode.

Berikut profil singkat Bobby Adhityo Rizaldi:

  • Nama lengkap: Bobby Adhityo Rizaldi

  • Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 25 Februari 1974

  • Jabatan saat ini: Anggota V BPK RI periode 2024–2029

  • Latar belakang: Akuntan dan mantan anggota DPR RI

  • Pendidikan: Universitas Trisakti dan Cleveland State University, Amerika Serikat

  • Total kekayaan bersih: Rp27,29 miliar berdasarkan LHKPN periode pelaporan 2025

  • Status hukum: Masih sebagai pihak yang didalami KPK dalam penyidikan dugaan suap pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim.

Mengapa Nama Bobby Adhityo Rizaldi Menjadi Sorotan?

Nama Bobby Adhityo Rizaldi ramai diperbincangkan setelah KPK mendalami dugaan keterkaitannya dalam perkara suap pengondisian hasil audit BPK terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Dalam perkembangan penyidikan, penyidik KPK juga melakukan penggeledahan di kediaman Bobby pada 14 Juli 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mencari dan mengumpulkan barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.

Meski demikian, hingga kini KPK belum menetapkan Bobby sebagai tersangka. Berdasarkan informasi yang disampaikan lembaga antirasuah, status Bobby masih sebatas pihak yang didalami keterangannya dalam proses penyidikan.

Perlu dipahami bahwa penggeledahan maupun pendalaman terhadap seseorang dalam suatu perkara belum serta-merta menunjukkan adanya kesimpulan hukum. Dalam proses pidana, penyidik masih harus mengumpulkan alat bukti sebelum mengambil keputusan lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kondisi tersebut membuat banyak masyarakat mencari informasi mengenai latar belakang Bobby, mulai dari pendidikan, perjalanan karier, hingga laporan harta kekayaannya sebagai penyelenggara negara.

Profil Bobby Adhityo Rizaldi

Bobby Adhityo Rizaldi lahir di Jakarta pada 25 Februari 1974. Sebelum dikenal sebagai politisi dan kemudian dipercaya menjadi anggota BPK RI, ia lebih dahulu membangun karier sebagai profesional di bidang akuntansi dan keuangan.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri 07 Tebet Timur, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 115 Jakarta dan SMA Negeri 3 Jakarta. Setelah lulus sekolah menengah, Bobby memilih mendalami ilmu akuntansi dengan menempuh pendidikan sarjana di Universitas Trisakti.

Keputusan mengambil jurusan akuntansi menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya. Bekal tersebut kemudian diperkuat melalui pendidikan Master of Business Administration (MBA) di Cleveland State University, Ohio, Amerika Serikat, yang diselesaikannya pada 1998.

Tak berhenti sampai di sana, Bobby kembali melanjutkan pengembangan kompetensinya dengan mengikuti pendidikan doktoral di Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) pada 2022.

Selain pendidikan formal, Bobby juga memiliki sejumlah sertifikasi profesional yang relevan dengan bidang pengawasan dan audit keuangan negara. Ia menyandang gelar Akuntan (Ak.), Chartered Accountant (CA), Certified Fraud Examiner (CFE), serta Certified State Finance Auditor (CSFA).

Kombinasi pendidikan akademik dan sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa latar belakang Bobby tidak hanya berasal dari dunia politik, tetapi juga dibangun melalui pengalaman teknis di bidang akuntansi, audit, dan tata kelola keuangan.

Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu bekal ketika ia dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, baik di parlemen maupun di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

Bagaimana Perjalanan Karier Bobby Adhityo Rizaldi?

Perjalanan karier Bobby Adhityo Rizaldi menunjukkan kombinasi pengalaman di dunia profesional, sektor energi, hingga politik sebelum akhirnya dipercaya menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Latar belakang tersebut menjadi salah satu alasan mengapa profilnya banyak dicari publik setelah namanya muncul dalam perkembangan penyidikan dugaan suap terkait pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim.

Sebelum terjun ke dunia politik, Bobby lebih dulu meniti karier sebagai profesional di bidang akuntansi. Ia memulai pekerjaannya sebagai auditor di KPMG Hanadi Sujendro & Rekan, salah satu kantor akuntan publik yang dikenal menangani audit perusahaan besar.

Setelah menyelesaikan pendidikan Master of Business Administration (MBA) di Cleveland State University, Ohio, Amerika Serikat, Bobby sempat bekerja sebagai Accountant di Robert Half, Inc. pada 1998 hingga 1999. Pengalaman internasional tersebut memperluas pemahamannya mengenai praktik akuntansi dan tata kelola keuangan.

Karier profesionalnya berlanjut di Deloitte Touche Tohmatsu sebelum bergabung dengan ConocoPhillips Indonesia sebagai Financial Analyst pada periode 2002–2004. Di perusahaan migas tersebut, Bobby terlibat dalam analisis keuangan yang berkaitan dengan pengelolaan industri energi.

Pengalaman di sektor energi kemudian berlanjut ketika ia dipercaya menjadi pengawas di Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) pada 2004 hingga 2008. Posisi ini memberinya pengalaman dalam mengawasi tata kelola industri strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan negara.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa sebelum menjadi pejabat negara, Bobby telah memiliki rekam jejak di bidang audit, akuntansi, hingga pengawasan sektor energi. Latar belakang inilah yang kemudian menjadi modal ketika memasuki dunia politik.

Tiga Periode Menjadi Anggota DPR RI

Karier politik Bobby dimulai melalui Partai Golkar. Pada Pemilu 2009, ia berhasil terpilih menjadi anggota DPR RI untuk periode 2009–2014.

Di periode pertamanya, Bobby ditempatkan di Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, riset, teknologi, dan lingkungan hidup. Penempatan tersebut dinilai selaras dengan pengalaman profesionalnya di sektor energi dan keuangan.

Pada periode berikutnya, Bobby kembali mendapat mandat sebagai anggota DPR RI. Kali ini ia bertugas di Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, hubungan luar negeri, komunikasi, dan intelijen.

Selain menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan di komisi, Bobby juga menjadi anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang memiliki peran penting dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Di internal Partai Golkar, Bobby juga dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Ia turut aktif di berbagai organisasi, seperti Paguyuban Kosgoro 57 DPR RI, ASEAN Parliamentarians for Human Rights (APHR), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Kosgoro 1957, hingga Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumatera Selatan.

Pengalaman panjang di parlemen tersebut akhirnya mengantarkan Bobby memasuki babak baru sebagai pejabat pemeriksa keuangan negara.

Baca Juga: Bobby Rizaldi Masuk Radar KPK, Perannya di Kasus Pemkab Muara Enim Didalami

Baca Juga: Belum Ada Alasan KPK Ambil Alih Penanganan Kasus Febrie Ardiansyah

Apa Jabatan Bobby Adhityo Rizaldi di BPK?

Pada 2024, Bobby Adhityo Rizaldi terpilih menjadi Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk masa jabatan 2024–2029.

Di lembaga tersebut, ia dipercaya menjabat sebagai Anggota V BPK RI, yang memiliki tanggung jawab melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kementerian, lembaga, serta sektor strategis yang berkaitan dengan pelayanan publik dan pengelolaan keuangan negara.

Posisi Anggota BPK memiliki peran penting karena lembaga ini bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Hasil pemeriksaan BPK menjadi salah satu dasar evaluasi terhadap penggunaan anggaran oleh kementerian, pemerintah daerah, maupun lembaga negara lainnya.

Karena itulah, setiap isu yang berkaitan dengan integritas proses audit BPK biasanya mendapat perhatian besar dari masyarakat. Dalam kasus yang sedang ditangani KPK, Bobby masih berstatus sebagai pihak yang didalami keterangannya dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

Berapa Harta Kekayaan Bobby Adhityo Rizaldi?

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 10 Maret 2026 untuk periode pelaporan 2025, Bobby Adhityo Rizaldi memiliki total kekayaan sebesar Rp27.840.932.646 sebelum dikurangi kewajiban.

Setelah dikurangi utang sebesar Rp548.302.000, total kekayaan bersihnya tercatat mencapai Rp27.292.630.646.

Komposisi kekayaan Bobby menunjukkan bahwa sebagian besar asetnya berasal dari kepemilikan properti.

Rincian aset Bobby Adhityo Rizaldi

Tanah dan bangunan: Rp20.371.500.000

Properti tersebut tersebar di berbagai daerah, antara lain:

  • Jakarta Selatan

  • Kabupaten Ogan Komering Ilir

  • Prabumulih

  • Tangerang Selatan

  • Bogor

  • Malang

Aset dengan nilai tertinggi adalah tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp8,5 miliar, disusul tanah seluas 700 meter persegi di wilayah yang sama senilai Rp5 miliar.

Selain properti, Bobby juga memiliki aset kendaraan dengan total nilai Rp2,98 miliar, yang terdiri dari:

  • Toyota Land Cruiser 2019

  • Toyota Alphard 2.5 G A/T 2023

  • Porsche Macan 2016

Di luar itu, Bobby melaporkan:

  • Harta bergerak lainnya: Rp80 juta

  • Kas dan setara kas: Rp4,41 miliar

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa sekitar tiga perempat kekayaannya berasal dari aset properti, sedangkan sisanya berasal dari kendaraan, kas, dan harta bergerak lainnya.

Mengapa Data LHKPN Selalu Menjadi Perhatian Publik?

Ketika seorang pejabat negara menjadi sorotan, salah satu informasi yang paling banyak dicari masyarakat adalah profil serta laporan harta kekayaannya. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada Bobby Adhityo Rizaldi, tetapi juga pada banyak pejabat publik lainnya.

LHKPN berfungsi sebagai instrumen transparansi yang memungkinkan masyarakat mengetahui gambaran umum kepemilikan aset penyelenggara negara. Keberadaan laporan tersebut bukan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran hukum, melainkan sebagai bentuk akuntabilitas yang dapat diakses publik.

Dalam konteks ini, data kekayaan Bobby yang tercantum dalam LHKPN memberikan informasi mengenai komposisi aset yang dimilikinya berdasarkan laporan resmi yang disampaikan kepada KPK. Penilaian mengenai ada atau tidaknya pelanggaran hukum tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan proses penyidikan yang sedang berjalan.


Apa Arti Sorotan Publik terhadap Profil dan Kekayaan Pejabat?

Meningkatnya pencarian mengenai profil Bobby Adhityo Rizaldi menunjukkan bagaimana masyarakat kini semakin aktif mencari informasi latar belakang pejabat publik ketika muncul perkembangan suatu perkara.

Tren tersebut juga mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi. Tidak hanya mengikuti perkembangan kasus, pembaca juga ingin mengetahui rekam jejak pendidikan, pengalaman kerja, perjalanan karier, hingga laporan kekayaan pejabat yang bersangkutan.

Di sisi lain, keterbukaan informasi melalui LHKPN menjadi salah satu bentuk transparansi yang mendukung pengawasan publik terhadap penyelenggara negara. Dengan adanya data resmi, masyarakat memiliki referensi yang dapat digunakan untuk memahami profil pejabat tanpa bergantung pada spekulasi.

Meski demikian, penting untuk membedakan antara informasi mengenai kekayaan yang dilaporkan secara resmi dengan proses hukum yang masih berlangsung. Hingga kini, Bobby Adhityo Rizaldi masih berstatus sebagai pihak yang didalami keterangannya dalam penyidikan dugaan suap pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim.

Penutup

Profil Bobby Adhityo Rizaldi memperlihatkan perjalanan panjang dari seorang akuntan profesional, berkarier di sektor energi, menjadi anggota DPR RI selama tiga periode, hingga dipercaya menjabat sebagai Anggota V BPK RI periode 2024–2029.

Di tengah sorotan publik akibat perkembangan penyidikan yang dilakukan KPK, informasi mengenai latar belakang pendidikan, perjalanan karier, serta harta kekayaan Bobby menjadi salah satu topik yang banyak dicari masyarakat.

Berdasarkan data LHKPN periode pelaporan 2025, Bobby memiliki kekayaan bersih sekitar Rp27,29 miliar, dengan porsi terbesar berasal dari aset properti yang tersebar di sejumlah daerah.

Ke depan, perkembangan proses hukum tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Sementara itu, masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dengan merujuk pada sumber resmi, seperti KPK, BPK RI, dan LHKPN. Pantau terus perkembangan topik ini melalui sumber yang kredibel agar mendapatkan informasi yang lengkap dan berimbang.


Baca Juga: Penulis Buku Prabowo untuk Indonesia Raya Desak Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah Diusut Tuntas

Baca Juga: Bobby Rizaldi Bakal Diperiksa KPK Usai Rumahnya Digeledah

FAQ

Apa jabatan Bobby Adhityo Rizaldi saat ini?

Bobby Adhityo Rizaldi menjabat sebagai Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk periode 2024–2029. Dalam posisinya tersebut, ia bertugas melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan keuangan pada sejumlah kementerian, lembaga, dan sektor strategis.

Berapa harta kekayaan Bobby Adhityo Rizaldi?

Berdasarkan LHKPN periode pelaporan 2025 yang disampaikan pada 10 Maret 2026, total kekayaan bersih Bobby Adhityo Rizaldi mencapai sekitar Rp27,29 miliar setelah dikurangi utang.

Apa latar belakang pendidikan Bobby Adhityo Rizaldi?

Bobby merupakan lulusan Akuntansi Universitas Trisakti, meraih gelar MBA dari Cleveland State University, Amerika Serikat, serta menempuh pendidikan doktoral di Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).

Apa saja aset terbesar Bobby Adhityo Rizaldi?

Sebagian besar kekayaan Bobby berasal dari aset tanah dan bangunan dengan nilai lebih dari Rp20 miliar. Properti tersebut tersebar di Jakarta Selatan, Ogan Komering Ilir, Prabumulih, Tangerang Selatan, Bogor, dan Malang.

Mengapa nama Bobby Adhityo Rizaldi menjadi sorotan?

Nama Bobby menjadi perhatian publik setelah KPK mendalami dugaan keterkaitannya dalam perkara suap pengondisian hasil audit BPK terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Hingga kini, statusnya masih sebagai pihak yang didalami dalam proses penyidikan.

Apa pekerjaan Bobby Adhityo Rizaldi sebelum menjadi anggota BPK?

Sebelum menjadi anggota BPK, Bobby berkarier sebagai auditor dan profesional di bidang akuntansi serta energi. Ia pernah bekerja di KPMG, Deloitte, ConocoPhillips Indonesia, BP Migas, kemudian menjadi anggota DPR RI selama tiga periode.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.