Sidang Korupsi Kuota Haji, Dirjen PHU Ungkap Uang Riyal dan Dolar dari Anak Buah Fuad Maktor

AKURAT.CO Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Hilman Latief, mengungkap asal-usul sejumlah uang pecahan Riyal Arab Saudi dan dolar Amerika Serikat, yang kini menjadi barang bukti dalam perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024.
Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan barang bukti nomor 1576 berupa sejumlah lembar uang pecahan 500 Riyal Arab Saudi. Jaksa kemudian meminta Hilman menjelaskan asal-usul uang tersebut.
"Ini adalah barang bukti nomor 1576. Ada beberapa puluh lembar uang pecahan 500 Saudi Arabian Riyal. Apa yang Bapak ketahui dengan uang ini?" tanya jaksa, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: Gus Alex Ungkap Cerita di Balik Uang Rp200 Juta dalam Kasus Kuota Haji
Hilman mengatakan uang tersebut berasal dari Ismail Adham, Direktur Operasional PT Makassar Toraja (Maktour). Ismail merupakan salah satu terdakwa dalam perkara dugaan korupsi kuota haji tambahan tersebut dan dikenal sebagai anak buah sekaligus kerabat pemilik Maktour, Fuad Hasan Masyhur.
Menurutnya, uang tersebut disimpan dalam sebuah amplop dan diserahkan di kantor Kementerian Agama pada 2025. "Itu uang dari Bapak Ismail yang disimpan dalam amplop dan diserahkan di kantor Kementerian Agama pada tahun 2025 setelah pergantian menteri dan menjelang keberangkatan haji, kalau tidak salah," jawab Hilman.
Jaksa kemudian memastikan sosok yang dimaksud adalah Ismail Adham. "Dari Pak Ismail Adam?" tanya jaksa.
"Ismail Adam," jawab Hilman.
Ketika ditanya mengenai jumlahnya, Hilman menyebut uang tersebut sekitar 15.000 Riyal. "Bapak masih ingat jumlahnya berapa? Totalnya masih ingat jumlahnya?" tanya jaksa.
"Itu 16.000," jawab Hilman.
"15.000 Riyal?" jaksa kembali memastikan.
"Iya," jawab Hilman.
Jaksa kemudian menunjukkan barang bukti nomor 1579, berupa sejumlah lembar uang pecahan 100 dolar Amerika Serikat. Hilman menjelaskan uang tersebut berkaitan dengan pertemuannya dengan Ismail Adham setelah pelaksanaan ibadah haji 2025.
Baca Juga: Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag
"Setelah selesai haji 2025, Ismail Adam ngajak berdiskusi, bertemu saya. Saya waktu itu minta ke kantor, tapi beliau tidak bisa dan saya kira banyak asosiasi ingin bertemu," ujar Hilman.
Keduanya kemudian bertemu di Jeddah dan membahas persoalan penyelenggaraan ibadah haji, termasuk perkara haji yang saat itu telah ditangani KPK.
"Suatu saat di Jeddah kita bertemu dan berdiskusi tentang apa namanya, masalah haji, terutama masalah kasus haji, gitu ya. Yang waktu itu KPK juga sudah masuk, ya ngobrol diskusi biasa," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








