Kasus ATR/BPN, KPK Masih Buka Peluang Klarifikasi Nusron

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memeriksa Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid dalam penyidikan dugaan korupsi di lingkungan kementerian tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan, pemeriksaan terhadap Nusron dapat dilakukan untuk mengonfirmasi sejumlah informasi yang muncul dalam perkara, termasuk terkait empat orang yang disebut sebagai kepercayaan Nusron dan telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Ya tentunya penyidik terbuka peluang untuk melakukan pemeriksaan terhadap Pak Menteri, saudara NW, terlebih dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan ada empat orang kepercayaan yang merupakan pihak-pihak di luar struktur Kementerian ATR/BPN, tapi kemudian punya peran yang cukup signifikan dalam alur perintah ataupun alur penerimaan uang,” kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Peluang pemeriksaan tersebut mendapat sorotan dari Pakar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chairul Huda.
Ia menilai KPK memiliki dasar untuk mendalami dugaan keterkaitan Nusron dalam perkara dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.
Chairul menduga belum diperiksanya Nusron berkaitan dengan belum adanya persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
“Saya kira soal Nusron Wahid, kendalanya karena belum ada persetujuan presiden untuk memeriksa yang bersangkutan,” ujar Chairul.
Menurut Chairul, dugaan keterkaitan Nusron perlu didalami lebih lanjut dengan melihat rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait pengurusan HGB di Kabupaten Bogor serta barang bukti uang dan valuta asing yang disita dengan nilai sekitar Rp106,3 miliar.
“Faktanya, dugaan saya, sampai dengan saat ini persetujuan Presiden untuk pemeriksaan Nusron itu belum ada. Jadi ini yang menghambat dapat diperiksanya Nusron Wahid atau diperjelas keterkaitannya dengan sejumlah dugaan kasus korupsi,” kata Chairul.
Namun, Chairul mengatakan penyidik KPK tetap membutuhkan waktu untuk memperdalam pembuktian materiil dalam perkara tersebut.
Menurutnya, penyidik perlu memastikan apakah penggunaan dana tersebut sekadar kontribusi terhadap kegiatan keagamaan atau memiliki kaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
“Bisa jadi KPK sedang melakukan pendalaman pembuktian keterkaitan dugaan korupsi itu dengan berbagai aktivitas yang diduga dibiayai uang hasil korupsi,” terangnya.
Baca Juga: KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









