Rencana pembangunan kota modern oleh Amerika Serikat di Gaza bocor ke publik dan langsung menuai kontroversi.
Dokumen setebal 38 halaman itu memuat proyek bernama GREAT (The Gaza Reconstitution, Economic Acceleration and Transformation Trust) yang digagas Presiden Donald Trump.
Konsepnya menjadikan Gaza sebagai kawasan pelabuhan modern bertajuk Gaza Riviera dengan delapan kota satelit, beranggaran USD100 miliar (Rp1.642 triliun).
Proyek ini melibatkan Gaza Humanitarian Foundation serta Boston Consulting Group dalam tahap perencanaan.
Namun, rencana tersebut dinilai mengorbankan rakyat Gaza. Sekitar dua juta penduduk disebut akan dipindahkan secara paksa, dengan tanah mereka ditukar token digital yang hanya bisa digunakan di negara lain atau zona khusus.
Lebih jauh, wilayah Gaza direncanakan berada di bawah perwalian AS selama minimal sepuluh tahun, yang memicu kekhawatiran soal hilangnya kedaulatan dan hak hidup layak bagi warga setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










