Rencana pembangunan kota modern oleh Amerika Serikat di Gaza bocor ke publik dan langsung menuai kontroversi.
Dokumen setebal 38 halaman itu memuat proyek bernama GREAT (The Gaza Reconstitution, Economic Acceleration and Transformation Trust) yang digagas Presiden Donald Trump.
Konsepnya menjadikan Gaza sebagai kawasan pelabuhan modern bertajuk Gaza Riviera dengan delapan kota satelit, beranggaran USD100 miliar (Rp1.642 triliun).
Proyek ini melibatkan Gaza Humanitarian Foundation serta Boston Consulting Group dalam tahap perencanaan.
Namun, rencana tersebut dinilai mengorbankan rakyat Gaza. Sekitar dua juta penduduk disebut akan dipindahkan secara paksa, dengan tanah mereka ditukar token digital yang hanya bisa digunakan di negara lain atau zona khusus.
Lebih jauh, wilayah Gaza direncanakan berada di bawah perwalian AS selama minimal sepuluh tahun, yang memicu kekhawatiran soal hilangnya kedaulatan dan hak hidup layak bagi warga setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










