Jangan Gegabah Posting di Media Sosial, Pastikan Dulu Hal-hal Ini!

AKURAT.CO - Dalam rangka kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menyelenggarakan webinar Literasi Digital #MakinCakapDigital 2023 untuk segmen komunitas di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dengan tema "Cermat Bermain Media Sosial" pada Sabtu (21/10/2023).
Kali ini hadir pembicara-pembicara program kegiatan Literasi Digital #MakinCakapDigital di tahun 2023 yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Dosen Stikosa AWS, E Rizky Wulandari, dan Dosen Teknik Geomatika Unitomo, Yunus Susilo, serta Dosen Informatika UIN Bandung, Cecep Nur Alam.
Survei dari We Are Social dan HootSuit di awal 2023 pun menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia sudah mencapai sekitar 215 juta atau hampir 80 persen dari total penduduk.
Sementara data BPS pada 2019 dari tiga subindeks, Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia, subindeks keahlian dengan skor paling rendah meskipun dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan.
Tingginya jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini belum diiringi dengan kecakapan digitalnya, termasuk dalam hal etika. Sementara saluran komunikasi seperti aplikasi perpesanan dan media sosial kini telah mayoritas digunakan hampir semua orang pengguna internet untuk terhubung.
Baca Juga: Risiko Tren Media Sosial Bagi Anak Yang Perlu Diketahui Orang Tua
"Berkomunikasi dengan bahasa yang baik di dunia digital juga harus diperhatikan. Diksi atau pemilihan kata, gaya bahasa hingga tanda baca dan emoticon," ungkap Dosen Informatika UIN Bandung, Cecep Nur Alam saat menjadi nara sumber kegiatan literasi digital #makincakapdigital 2023 untuk segmen komunitas di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/10/2023).
Lebih jauh Cecep mengatakan, saring dulu informasi yang diterima di internet sebelum mengupdate status, karena bisa saja postingan menyinggung, menyidir, menghina, atau menyakiti orang lain. Bijak dalam bermedia sosial dalam memilah kata-kata supaya saling menghargai satu sama lain.
Bijak memilah kata-kata saat bermedia sosial, sekarang ini bahkan sudah muncul istilah "Jempolmu harimau mu", yang mengacu pada bijak saat penggunaan media sosial. Ia mengingatkan pengguna media sosial agar menjaga etika seperti halnya di dunia nyata ketika bermain media sosial.
Penggunaan bahasa sopan, ramah dan baik jadi keharusan saat menggunakan media sosial. Begitu juga saat berpendapat penyampaiannya harus secara etis, karena citra diri seseorang saat ini juga dapat terlihat melalui media sosialnya.
Saat ini sebagian besar orang juga sudah menggunakan media sosial untuk branding, ini menjadi alasan setiap kali membuat konten haruslah terencana tidak sedikit-dikit posting sesuatu yang kurang bermanfaat.
Setidaknya harus ada perencanaan editorial dulu, pengumpulan data hingga proses produksi konten dengan menyesuaikan platform media sosial yang dipakainya, Facebook, Instagram, Twitter atau TikTok yang kebanyakan hanya berupa video pendek.
"Internet adalah anugerah, tapi bisa menjadi bencana saat teknologi mengendalikan kita tanpa jiwa yang beretika," tegas Cecep.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






