SpaceX Dianggap Melanggar Hukum karena Memecat Pekerja yang Kritik Elon Musk

AKURAT.CO - SpaceX, perusahaan roket milik Elon Musk, menghadapi tudingan setelah dituduh secara ilegal memecat delapan pekerja yang menyuarakan keprihatinan terhadap manajemen dan budaya perusahaan.
Dikutip dari Huffpost.com, Senin (15/1/2024), Dewan Hubungan Perburuhan Nasional (NRLB) menegaskan bahwa perusahaan mungkin telah melanggar hukum dengan membalas terhadap pekerja yang melakukan aktivitas bersama yang dilindungi.
Dalam keluhan yang diajukan, disebutkan bahwa SpaceX mengundang karyawan untuk berhenti dan mengancam penghentian karena penggunaan hak-hak mereka.
Penasihat umum NLRB telah memutuskan untuk mengejar kasus ini, menunjukkan adanya manfaat dalam tuduhan tersebut. Jika tidak ada penyelesaian, kasus ini akan dibawa ke sidang dengan saksi dipanggil.
Tuduhan juga mencakup kampanye pembalasan dan intimidasi, termasuk interogasi paksa dan penghentian tambahan. Seorang pekerja yang dipecat menyatakan bahwa situasinya sangat sulit dipercaya.
Elon Musk, CEO SpaceX, menciptakan perusahaan ini pada 2002 dan baru-baru ini mengakuisisi Twitter, yang kini dikenal sebagai X.
Penasihat umum NLRB menentukan bahwa tindakan SpaceX berpotensi melanggar hukum, meningkatkan ketegangan antara perusahaan dan pekerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







