SpaceX Kirim Roket ke Kutub Selatan Bulan yang Misterius

AKURAT.CO - SpaceX telah meluncurkan roketnya menuju kutub selatan Bulan, membuka jalan bagi misi manusia pada tahun 2026. Mengapa kutub selatan Bulan menjadi sasaran?
Peluncuran Odysseus, pendarat bulan SpaceX, menandai langkah penting menuju pendaratan manusia Amerika pertama dalam setengah abad.
Dikutip dari Thesun.co.uk, Kamis (15/02/2024), Nova-C Odysseus, pendarat bulan yang dikembangkan oleh Intuitive Machines dari Texas, akan melakukan perjalanan selama seminggu ke permukaan bulan.
Baca Juga: Pesawat Ruang Angkasa Jepang Kembali Terhubung Setelah Masalah Pendaratan di Bulan
Meskipun awalnya dijadwalkan untuk Hari Valentine, peluncuran itu ditunda karena masalah suhu bahan bakar. Roket Falcon 9 milik SpaceX membawa pendarat seberat 1.488 pon dari Cape Canaveral, Florida.
Pendarat tersebut dilengkapi dengan 12 muatan, termasuk sistem kamera generasi baru untuk memantau perjalanan turun dan sensor pendaratan dari Inggris. Rencananya, Odysseus akan mencoba mendarat di bulan pada 22 Februari dan beroperasi selama dua minggu di permukaan.
Keberhasilan misi ini akan menjadi tonggak sejarah bagi Intuitive Machines dan upaya Amerika Serikat untuk kembali ke bulan. Hal ini terjadi setelah pendarat bulan AS sebelumnya, Peregrine, mengalami kegagalan.
Mesin Intuitif menargetkan kawah dekat kutub selatan yang diyakini mengandung es berbasis air, kunci bagi tempat tinggal manusia di masa depan.
Peluncuran ini juga merupakan bagian dari inisiatif Layanan Muatan Bulan Komersial NASA, memungkinkan NASA untuk melibatkan perusahaan swasta dalam eksplorasi bulan dan mengirim astronot kembali ke sana.
Langkah ini merupakan bagian dari rencana NASA untuk membangun pangkalan permanen di bulan pada akhir dekade ini, dengan tujuan menggandeng industri swasta dalam upaya penjelajahan luar angkasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








