Karakter Pengguna Internet Bisa Dilihat dari Jejak Digital

AKURAT.CO - Dalam rangka kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo RI) menyelenggarakan webinar Makin Cakap Digital 2024 untuk segmen komunitas di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dengan tema “Etika Bebas Berpendapat di Dunia Digital” pada Selasa (12/3/2024).
Kegiatan webinar kali ini dihadiri pembicara-pembicara yang ahli di dibidangnya. Mereka adalah Relawan TIK Indonesia, Muh Nur Fajar Muharom, Dosen Fikom Unitomo, Ahmad Neja, dan Ketua Relawan TIK Jember, Erlina Dwi Nazdifah.
Relawan TIK Indonesia, Muh Nur Fajar Muharom menyebutkan, keberadaan jejak digital menjadi yang perlu diwaspadai. Jejak digital mencakup postingan di media sosial, aplikasi yang diunduh, pencarian di Google, tontonan di YouTube, situs web yang dikunjungi, hingga data pribadi yang dipublikasikan.
“Kita bisa melihat karakter seseorang dari apa yang dicari di media sosial. Kita harus ingat informasi di siber itu permanen,” kata Fajar saat menjadi pembicara webinar Makin Cakap Digital 2024 untuk segmen komunitas di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (12/3/2024).
Narasumber lainnya, Dosen Fikom Unitomo, Ahmadi Neja menyebutkan, generasi muda Indonesia harus ditunjang dengan kecakapan dalam bermedia digital agar mampu menghadapi revolusi industri 5.0.
Dalam upaya memahami kompetensi literasi digital, Ahmadi mengatakan, pengguna harus mengetahui perangkat keras (hardware) dan lunak (software). Minimnya pengetahuan mengenai software membuat masyarakat mudah dimanipulasi oknum.
“Kita harus mampu memahami lanskap digital, utamanya di bidang software, mengenali bentuk-bentuknya sehingga kita tidak mudah tertipu,” kata Ahmadi.
Dalam kesempatan sama, Ketua Relawan TIK Jember, Erlina Dwi Nazdifah menambahkan, ada beberapa kompetensi literasi digital berkaitan dengan etika berinternet. Salah satunya adalah mengakses informasi di dsesuai etika di dunia digital.
Sekarang ini mudah ditemukan masyarakat saling bully, menghina di kolom komentar media sosial. Padahal ketika berinteraksi di dunia maya seharusnya tidak melakukan seruan atau ajakan yang sifatnya tidak baik, tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan pengguna internet lainnya, hingga membentuk citra diri yang positif.
“Sama halnya ketika berinteraksi di dunia nyata, kita pasti menjaga etika, kita akan sopan agar orang melihat kita memiliki citra diri positif,” kata Erlina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







