Pakar IT Minta Indonesia Tiru Thailand dalam Transformasi Digital

AKURAT.CO Muhammad Salahuddien, pakar IT dari Cyber Security Independent Resilience Team of Indonesia (CSIRT), mengatakan industri IT dan Keamanan Siber di Indonesia telah menjadi pelopor di kawasan ASEAN.
Namun, kemajuan dan perkembangan di sektor swasta ini tidak diikuti oleh sektor pemerintahan. "Permasalahan utamanya karena krisis kepemimpinan (leadership) dan penyakit birokrasi kompleks," ujarnya kepada Akurat.co, Kamis (4/7/2024).
Salah satu inisiatif transformasi birokrasi, seperti Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), menurutnya belum mengubah mindset dan mentalitas digital yang diperlukan. Ini menyebabkan proses bisnis yang tetap birokratis dan mahal, tanpa efisiensi yang diharapkan.
Kritik juga ditujukan pada konsep Pengelolaan Data Negara (PDN), yang dianggap sebagai single point of failure (SPOF) karena tidak sesuai dengan praktik terbaik di industri. Salah satu pendekatan yang diusulkan adalah mengadopsi strategi yang telah sukses diterapkan oleh E-Government Agency (EGA) di Thailand.
EGA berhasil menyatukan aplikasi tanpa perlu berinvestasi dalam infrastruktur sendiri, melainkan dengan menyewa layanan dari industri nasional yang profesional dan berpengalaman.
Pendekatan ini membuktikan keefisienannya dengan mengurangi investasi modal dan mengubahnya menjadi operational expenditure (OPEX).
Dibandingkan dengan Thailand yang telah menaikkan peringkat E-government-nya dari 77 menjadi 53, Indonesia masih berada di peringkat 77 pada tahun 2023 menurut survei ITU.
Salahuddien menyarankan agar lembaga pemerintah seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) diisi oleh profesional independen yang tidak terafiliasi secara politik atau bisnis.
"Saatnya orang-orang yang memang sungguh-sungguh memiliki mindset dan memahami transformasi digital yang sebenarnya," ucapnya.
"Upaya seperti yang dilakukan oleh EGA Thailand menunjukkan contoh nyata dalam membangun ketahanan siber yang kokoh dan stabil," pungkas Salahuddien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







