Microsoft Perketat Penggunaan Windows 11 di PC, Ini Alasannya

AKURAT.CO Microsoft tampaknya semakin keras terhadap pengguna yang menjalankan Windows 11 di perangkat yang tidak memenuhi spesifikasi minimum.
Perusahaan mulai menambahkan tanda air di desktop dan pesan peringatan di menu Pengaturan untuk mengingatkan pengguna bahwa perangkatnya tidak kompatibel dengan Windows 11.
Hal ini dipandang sebagai upaya untuk mendorong pengguna agar beralih ke perangkat baru yang mendukung sistem operasi tersebut.
Windows 11 dirilis dengan persyaratan perangkat keras tertentu, termasuk keharusan memiliki Modul Platform Tepercaya (TPM) 2.0.
Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan keamanan, tetapi menyebabkan banyak perangkat yang sebelumnya mampu menjalankan Windows 10 tidak lagi memenuhi syarat untuk Windows 11.
Sejumlah pengguna berhasil menginstal Windows 11 di perangkat tidak didukung dengan cara tertentu, membuktikan bahwa perangkat tersebut dapat menjalankan sistem operasi ini dengan baik.
Dikutip dari Techradar.com, Kamis (5/12/2024), namun, Microsoft tampaknya tidak setuju dengan praktik ini.
Selain tanda air dan pesan pop-up, Microsoft juga memperingatkan risiko kehilangan pembaruan penting, termasuk pembaruan keamanan, jika menggunakan Windows 11 di perangkat yang tidak mendukung.
Langkah ini mengundang kritik, terutama karena banyak perangkat masih mampu menjalankan Windows 11 meskipun tidak memiliki TPM 2.0.
Beberapa pengguna merasa dipaksa untuk membeli perangkat baru hanya untuk memenuhi persyaratan tersebut, yang dianggap membebani mereka secara finansial.
Meskipun begitu, risiko kehilangan pembaruan keamanan membuat penggunaan Windows 11 di perangkat tidak didukung menjadi pilihan yang kurang disarankan.
Keamanan tetap menjadi prioritas utama, meskipun kebijakan Microsoft ini memicu perdebatan di kalangan pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







