Mozilla Firefox Hapus Fitur 'Jangan Lacak', Ini Alternatifnya

AKURAT.CO Mozilla Firefox secara resmi menghapus fitur 'Jangan Lacak' pada versi terbaru browser mereka, yaitu Firefox 135. Keputusan ini bukan karena Mozilla mengabaikan privasi pengguna, melainkan karena fitur tersebut dianggap tidak efektif.
Dikutip dari Sea.mashable.com, Jumat (13/12/2024), pengaturan 'Jangan Lacak' kini digantikan oleh catatan yang menjelaskan bahwa opsi tersebut tidak lagi didukung.
Mozilla menjelaskan bahwa banyak situs web tidak menghormati permintaan privasi dari fitur ini, dan dalam beberapa kasus, malah berpotensi mengurangi tingkat privasi pengguna.
Sebagai gantinya, Mozilla merekomendasikan penggunaan Global Privacy Control (GPC). GPC merupakan inisiatif bersama dari berbagai pihak yang peduli privasi, termasuk Mozilla, Brave, DuckDuckGo dan Electronic Frontier Foundation.
Teknologi ini semakin diakui oleh banyak situs web dan didukung oleh undang-undang di beberapa wilayah, seperti California melalui California Consumer Privacy Act (CCPA).
Kini, pada versi terbaru Firefox, pengguna dapat mengaktifkan pengaturan yang berbunyi, "Beri tahu situs web untuk tidak menjual atau membagikan data saya," yang secara otomatis akan mengaktifkan sinyal GPC.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







