OpenAI Perluas Fungsi ChatGPT sebagai Asisten AI Multifungsi

AKURAT.CO OpenAI telah mengumumkan pembaruan baru untuk ChatGPT, yang membuat pengguna dapat mengatur pengingat tenggat waktu penting serta menerima laporan cuaca harian.
Fitur ini tersedia bagi pengguna berbayar dan dirancang untuk menjadikan ChatGPT lebih mirip asisten digital, meskipun masih tertinggal dari pesaing seperti Google Assistant dan Alexa yang dapat memutar musik atau melakukan panggilan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya OpenAI untuk memperluas kemampuan ChatGPT, yang kini digunakan oleh lebih dari 300 juta orang.
Sementara itu, teknologi AI yang dirancang untuk mendeteksi dan mencegah kebakaran hutan di California terbukti kurang efektif menghadapi bencana terbaru yang melanda Los Angeles.
Sistem berbasis AI ini, yang diperkenalkan pada 2022 oleh Gubernur Gavin Newsom, telah membantu mencegah beberapa kebakaran, tetapi tidak mampu mengatasi pergerakan cepat api yang menyebabkan kerugian hingga $150 miliar (sekitar Rp2.250 triliun).
Investasi Besar di Dunia AI
Anthropic, salah satu raksasa AI, dilaporkan akan memperoleh investasi sebesar $2 miliar (sekitar Rp30 triliun) dengan valuasi mencapai $60 miliar (sekitar Rp900 triliun).
Dikutip dari Forbes.com, Minggu (19/1/2025), kesepakatan ini diperkirakan menjadikan tujuh pendirinya, termasuk CEO Dario Amodei, sebagai miliarder.
Dengan masing-masing memegang 2 persen saham, kekayaan bersih mereka diperkirakan mencapai $1,2 miliar (sekitar Rp18 triliun) per orang.
Eric Schmidt, mantan CEO Google, sedang mengembangkan startup kecerdasan buatan bernama Hooglee yang berfokus pada pembuatan video berbasis AI.
Proyek ini bertujuan mendemokratisasi pembuatan video menggunakan AI untuk meningkatkan komunikasi dan keterlibatan.
Meskipun startup ini masih dirahasiakan, Schmidt telah dikenal sebagai tokoh kontroversial di bidang AI dan terus berinvestasi dalam teknologi ini, termasuk mendanai OpenAI dan proyek sains nirlaba lainnya.
Tantangan Etika di Aplikasi Keuangan AI
Aplikasi keuangan berbasis AI seperti Cleo AI dan Bright mengklaim membantu pengguna mengelola keuangan mereka.
Namun, beberapa aplikasi ini juga menggunakan data pribadi pengguna untuk mempromosikan produk pihak ketiga, termasuk pinjaman jangka pendek.
Praktik ini menimbulkan kekhawatiran terkait privasi dan transparansi dalam industri AI.
Dengan perkembangan pesat di berbagai sektor, kecerdasan buatan terus menghadirkan peluang besar, namun tidak lepas dari tantangan teknis, etika dan regulasi yang perlu diatasi untuk memastikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








