Google Dinyatakan Bersalah atas Monopoli Periklanan Online
Leo Farhan | 24 April 2025, 23:50 WIB

AKURAT.CO Hakim federal di Virginia memutuskan bahwa Google telah secara ilegal membangun "kekuatan monopoli" dalam bisnis periklanan webnya, menyusul gugatan antimonopoli dari Departemen Kehakiman AS.
CNN melaporkan bahwa keputusan ini dapat mengubah model ekonomi dasar pengoperasian situs web modern.
Hakim menyamakan monopoli Google di pasar periklanan dengan "bank besar Wall Street yang memiliki Bursa Efek New York," menyoroti dampaknya yang luas terhadap industri media dan harga iklan online.
Keputusan ini merupakan bagian dari upaya regulator global untuk mengendalikan kekuatan raksasa teknologi seperti Google, Apple, Meta, dan Amazon.
Sacha Haworth dari Tech Oversight Project menyebut putusan ini sebagai "kemenangan mutlak bagi rakyat Amerika," menuduh Google menggunakan monopolinya untuk memeras media dan mengenakan "pajak perantara" pada pembelian online.
Meski Google kemungkinan menghadapi sanksi seperti pembatasan operasional atau harga layanan, dampak jangka panjangnya masih bergantung pada putusan banding dan remediasi yang diusulkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








