Dinilai Ancam Privasi Editor, Wikipedia Gugat Aturan Keamanan Online Inggris

AKURAT.CO Wikipedia melalui Yayasan Wikimedia menggugat aturan baru dalam Undang-Undang Keamanan Online (OSA) Inggris. Mereka menilai aturan ini mengancam privasi editor sukarela dan kemampuan situs menjaga konten tetap aman.
Langkah hukum ini diajukan dalam bentuk tinjauan yudisial. Gugatan tersebut menyoroti ketentuan klasifikasi platform digital yang diterapkan oleh regulator komunikasi Inggris, Ofcom.
Wikipedia khawatir akan dimasukkan dalam 'Kategori 1', klasifikasi tertinggi dalam aturan tersebut. Status ini membawa tanggung jawab tambahan, termasuk kemungkinan kewajiban memverifikasi identitas editor.
Phil Bradley-Schmieg, penasihat hukum Yayasan Wikimedia, menyebut aturan ini cacat. Aturan tersebut berpotensi memaksa pengumpulan data pribadi kontributor, yang dapat meningkatkan risiko pelanggaran data, peretasan dan ancaman hukum.
"Tidak menguntungkan bahwa kita sekarang harus membela privasi dan keamanan editor sukarelawan Wikipedia dari undang-undang yang cacat," ujarnya.
Rebecca MacKinnon, Wakil Presiden Advokasi Global Wikimedia, menyatakan sukarelawan yang merasa tidak aman bisa enggan menyumbangkan informasi penting. Hal ini, terutama terkait isu sensitif atau pemerintah, dapat menurunkan kualitas ensiklopedia.
"Kami telah melihat di bagian lain dunia, ketika orang tidak merasa aman berkontribusi pada Wikipedia, maka mereka menghindar dari topik kontroversial yang mungkin menantang bagi orang-orang yang berkuasa, dan itu mengurangi kualitas dan kegunaan ensiklopedia," katanya.
Yayasan menegaskan tidak menolak keseluruhan OSA, tetapi menggugat aturan kategorisasi yang dianggap bisa salah sasaran. Mereka khawatir situs edukatif seperti Wikipedia akan terlalu ketat diatur, sementara situs berisiko lebih tinggi terlewat.
Dikutip dari BBC, Selasa (13/5/2025), Ofcom belum menetapkan kategori layanan apa pun. Mereka masih menunggu informasi dari berbagai situs, termasuk Wikipedia.
Pemerintah Inggris mendukung penerapan undang-undang ini. Namun, mereka belum bisa memberikan komentar karena proses hukum masih berlangsung.
Pakar hukum menilai gugatan ini mungkin yang pertama, tetapi bukan yang terakhir. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas dan cakupan luas OSA yang dapat berdampak pada kebebasan berekspresi di Inggris.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








