Mesin Windows Jadul Masih Digunakan di Berbagai Sektor, Ini Alasannya

AKURAT.CO Meski teknologi terus berkembang, banyak perangkat Windows lawas masih digunakan hingga kini. Sistem operasi seperti Windows XP dan Windows 3.11 pun tetap berfungsi di sektor penting seperti rumah sakit dan transportasi publik.
Fenomena ini nyata terjadi di berbagai tempat, termasuk sebuah rumah sakit di New York yang masih memakai Windows XP di layar lift. Selain itu, sejumlah ATM di AS masih dijalankan dengan sistem operasi Windows NT.
Meski Microsoft sudah menghentikan dukungan resmi, banyak pihak tetap mengandalkan sistem ini. Alasannya karena kestabilannya dan kemampuannya berintegrasi dengan infrastruktur lama.
Di Jerman, Deutsche Bahn pernah mencari teknisi TI yang paham Windows 3.11 dan MS-DOS untuk sistem informasi kereta. Sementara itu, Muni Metro San Francisco masih memakai floppy disk dan DOS untuk mengendalikan kereta.
"Windows 3.11 juga digunakan secara eksklusif di sejumlah kecil kereta api hanya untuk mengoperasikan tampilan," kata Deutsche Bahn, dikutip dari BBC, Selasa (20/5/2025).
Penggunaan sistem lama ini bukan tanpa alasan. Biaya pembaruan perangkat keras, lisensi perangkat lunak baru, serta keharusan menulis ulang sistem yang kompleks membuat banyak organisasi tetap bertahan dengan sistem lama.
Bahkan di sektor medis AS, sistem pencatatan pasien masih menggunakan teknologi dari era 1980-an. Ketergantungan ini menunjukkan betapa kuatnya peran teknologi lawas dalam infrastruktur penting.
Namun, penggunaan perangkat usang juga membawa tantangan. Mulai dari lambannya sistem hingga risiko keamanan siber yang meningkat karena tidak lagi didukung pembaruan keamanan.
Di sisi lain, beberapa institusi seperti Laboratorium Sastra Elektronik di AS sengaja merawat komputer lawas. Tujuannya adalah untuk melestarikan seni digital dari era awal komputasi.
Keberadaan mesin Windows lawas membuktikan kuatnya warisan Microsoft dalam membentuk infrastruktur digital dunia. Meski era kini mengarah ke AI dan komputasi awan, sebagian orang masih menekan CTRL+ALT+DEL setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







