Kasus Dugaan Korupsi Chromebook, Apa Kaitan Google dan Gojek?

AKURAT.CO Penyidikan kasus korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus meluas. Kejagung kini menelusuri dugaan kaitan investasi Google di Gojek dengan proyek digitalisasi pendidikan bernilai hampir Rp10 triliun.
Harli Siregar, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, menyebut penyidik sedang mendalami dampak investasi Google terhadap pengadaan Chromebook. Penelusuran ini bertujuan mengungkap kemungkinan pengaruh dana tersebut pada kebijakan pemerintah.
"Ya, itu mau didalami, makanya ada kaitannya dengan investasi. Apakah mempengaruhi, apakah investasi itu betul," kata Harli kepada wartawan di Gedung Bundar, Selasa (15/7/2025).
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim sendiri kembali diperiksa oleh penyidik. Ini merupakan pemeriksaan kedua setelah sebelumnya sejumlah pihak dari Gojek juga telah dimintai keterangan.
Baca Juga: GoTo Apresiasi 40.000 Mitra Juara Gojek & GoPay, Dorong Inklusi dan UMKM
Beberapa nama yang sudah diperiksa antara lain Melissa Siska Juminto, pemilik PT Go-Jek Indonesia, serta Andre Soelistyo, mantan Direktur Gojek dan eks CEO GoTo. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri alur proyek dan dugaan konflik kepentingan.
Selain itu, dua perwakilan dari Google Indonesia juga turut dipanggil sebagai saksi. Salah satunya adalah Ganis Samoedra M, Strategic Partner Manager Chrome OS Indonesia.
Penyidik ingin mengetahui apakah Google ikut terlibat dalam pengadaan sistem Chromebook untuk sekolah-sekolah di Indonesia. Fokus penyidikan juga mencakup kemungkinan pengaruh investasi Google terhadap vendor teknologi nasional.
Harli menegaskan bahwa proses penyidikan belum selesai dan hasilnya akan diumumkan setelah semua fakta terungkap. "Yang jelas, penyidik masih mendalami. Tunggu saja," ujar Harli.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan dana besar dan tokoh-tokoh penting di bidang teknologi dan pendidikan. Kejagung berkomitmen menuntaskan penyidikan secara menyeluruh dan transparan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








