Raksasa Teknologi Dunia Genjot Investasi AI hingga Rekor Tertinggi

AKURAT.CO Perusahaan teknologi raksasa seperti Meta, Alphabet dan Microsoft sedang memperbesar investasi di bidang kecerdasan buatan (AI). Upaya ini dilakukan untuk memanfaatkan lonjakan industri AI yang mendorong pasar saham Amerika Serikat mencetak rekor baru.
Meta memperkirakan pengeluaran modalnya untuk tahun 2025 mencapai antara $70 miliar (sekitar Rp1.163 triliun) hingga $72 miliar (sekitar Rp1.196 triliun). Angka ini meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar $66 miliar (sekitar Rp1.096 triliun).
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyebut bahwa AI menghadirkan peluang besar bagi masa depan perusahaan. Ia menegaskan bahwa strategi yang tepat adalah mempercepat pengembangan teknologi tersebut.
Zuckerberg juga mengakui bahwa sistem komputasi perusahaan saat ini masih sangat terbatas. Ia menggambarkan bisnis aplikasi dan iklan Meta berada dalam kondisi lapar komputasi karena tingginya kebutuhan daya pemrosesan.
Alphabet, induk Google, turut menaikkan proyeksi pengeluaran modal untuk 2025 menjadi $91 miliar (sekitar Rp1.511 triliun) hingga $93 miliar (sekitar Rp1.545 triliun). Kenaikan ini hampir dua kali lipat dibandingkan pengeluaran pada tahun sebelumnya.
Microsoft juga mencatat lonjakan pengeluaran modal mencapai $34,9 miliar (sekitar Rp579 triliun) pada kuartal yang berakhir 30 September. Angka tersebut meningkat tajam dari $24 miliar (sekitar Rp398 triliun) pada kuartal sebelumnya.
CEO Microsoft, Satya Nadella, menyatakan bahwa perusahaan terus memperkuat investasi AI baik dalam infrastruktur maupun sumber daya manusia. Ia menambahkan bahwa produk seperti Azure dan layanan AI lainnya kini memberikan dampak nyata di dunia bisnis.
Meski Meta melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih tinggi, laba bersihnya anjlok 83 persen menjadi $2,7 miliar (sekitar Rp44 triliun) akibat pajak satu kali, sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency, Jumat (31/10/2025).
Sebaliknya, Microsoft dan Alphabet menikmati kenaikan laba masing-masing 12 persen dan 33 persen, menunjukkan kekuatan sektor AI dalam menopang pertumbuhan ekonomi AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







