Meta Resmi Akuisisi Startup Perangkat AI Limitless

AKURAT.CO Meta mengumumkan telah mengakuisisi Limitless, startup AI yang sebelumnya bernama Rewind. Setelah akuisisi ini, Limitless menghentikan penjualan perangkat kerasnya namun tetap memberi dukungan bagi pelanggan aktif selama satu tahun.
Seluruh pengguna kini otomatis dialihkan ke Paket Tanpa Batas tanpa biaya berlangganan tambahan. Beberapa layanan juga dihentikan, termasuk aplikasi Rewind yang selama ini merekam aktivitas desktop dan mengubahnya menjadi catatan yang bisa dicari.
Limitless dikenal sebagai pembuat liontin AI seharga $99 (sekitar Rp1,6 jutaan) yang bisa dikenakan seperti mikrofon nirkabel atau kalung. Perangkat ini menjadi salah satu produk AI wearable yang sempat beredar dan bersaing dengan perangkat serupa seperti Friend.
Dalam pengumumannya, Limitless menyatakan memiliki visi yang sejalan dengan Meta dalam menghadirkan kecerdasan pribadi berbasis AI. Meta sendiri tengah fokus pada perangkat AR/AI seperti kacamata Ray-Ban Meta dan model dengan layar di dalam lensa.
Limitless menilai persaingan perangkat AI semakin ketat, terutama sejak Meta dan OpenAI ikut mengembangkan perangkat keras mereka. Pendiri Dan Siroker mengatakan perubahan besar di industri membuat teknologi AI kini lebih diterima dan dianggap sebagai masa depan.
"Ketika kami memulai Limitless lima tahun yang lalu, dunia sangat berbeda," ujar Siroker, dikutip dari TechCrunch, Senin (8/12/2025).
Meta mengatakan pihaknya antusias menyambut tim Limitless yang akan bergabung dengan divisi perangkat wearable Reality Labs. Meski begitu, Meta belum mengungkapkan rencana detail terkait integrasi produk Limitless.
"Kami senang Limitless akan bergabung dengan Meta untuk membantu mempercepat pekerjaan kami dalam membangun perangkat yang dapat dikenakan yang diaktifkan AI," tulis Meta.
Limitless memastikan pelanggan tetap bisa mengekspor atau menghapus data mereka sesuai kebutuhan. Sebelum diakuisisi, startup ini telah meraih pendanaan lebih dari $33 juta (sekitar Rp550 miliar) dari sejumlah investor besar seperti a16z, First Round Capital dan NEA.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







