Omega Taiyo Tekankan Edukasi Teknologi di Tengah Dorongan Transformasi Industri 4.0

AKURAT.CO Pameran Manufacturing Indonesia 2025 kembali menjadi ajang bagi sejumlah perusahaan teknologi global untuk menampilkan inovasi manufaktur cerdas.
Salah satunya melalui kehadiran Taiwan Smart Manufacturing Pavilion yang berlangsung pada 3–6 Desember 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Lebih dari 30 perusahaan Taiwan turut tampil untuk memperkenalkan teknologi automasi, smart machinery, dan solusi berkelanjutan.
Lima perusahaan utama—HIWIN, ELITE AIR, C&T Solution, KEYARROW, dan KING NICE—menunjukkan beragam produk, mulai dari sistem kontrol presisi, kompresor hemat energi, edge AI computing untuk kendaraan listrik, perlindungan mesin, hingga manajemen coolant berbasis ESG.
Selain itu, First Machinery Trade Co. (FMTC) memaparkan implementasi teknologi Taiwan yang telah diterapkan pada sejumlah sektor manufaktur di Indonesia.
Pada hari kedua, paviliun tersebut menggelar seminar bersama Aspira Sekawan Prima dan PT Omega Taiyo Teknologi (OTT) yang membahas penerapan manufaktur cerdas di industri nasional.
OTT, yang berdiri sejak 2011 di Cikarang, dikenal sebagai penyedia mesin industri seperti bubut, milling, grinding, drilling, CNC, dan EDM, serta layanan purnajual mulai dari instalasi, pemeliharaan, hingga pelatihan operator.
General Manager PT Omega Taiyo Teknologi, Sanjaya, menegaskan bahwa edukasi teknologi menjadi bagian dari prioritas perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap mesin berbasis digital.
“Fokus kami tidak hanya pada penjualan mesin, tetapi juga pada penyediaan solusi dan layanan purnajual yang komprehensif. Kami selalu memulai dengan memahami kebutuhan pelanggan secara mendalam, kemudian merekomendasikan mesin yang paling tepat agar mereka mendapatkan hasil produksi yang optimal,” kata Sanjaya.
Baca Juga: Apa Itu Cara Berpikir Komputasional?
Ia juga menyebut pergeseran signifikan industri dalam beberapa tahun terakhir.
“Jika dulu proses produksi didominasi oleh mesin manual dan metode konvensional, kini semakin banyak pelanggan yang mulai beralih ke teknologi CNC. Perubahan ini mendorong kami untuk terus beradaptasi dan menghadirkan solusi yang selaras dengan kebutuhan pelaku bisnis manufaktur di Indonesia,” ujarnya.
Sektor manufaktur tetap menjadi penopang ekonomi nasional dengan kontribusi 18,5 persen terhadap PDB dan penyerapan hampir 18 juta tenaga kerja.
Pemerintah melalui roadmap Making Indonesia 4.0 terus mendorong perkembangan industri kendaraan listrik, baterai, dan automasi untuk meningkatkan efisiensi serta daya saing.
Dalam konteks itu, kerja sama teknologi antara Indonesia dan Taiwan disebut menjadi salah satu peluang untuk mempercepat modernisasi manufaktur.
Taiwan, dengan pengalaman panjang di industri komponen dan mesin, menawarkan solusi yang dinilai dapat diterapkan secara praktis di pabrik-pabrik nasional.
Kehadiran Taiwan Smart Manufacturing Pavilion pada pameran tahun ini menegaskan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi industri menuju sistem produksi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Apa Saja Tanda Kehamilan Minggu Pertama yang Perlu Diketahui?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








