Verizon Pulihkan Gangguan Jaringan Nasional, Pelanggan Terdampak Akan Dapat Kredit

AKURAT.CO Verizon Communications mengumumkan bahwa layanan jaringan selulernya telah pulih sepenuhnya setelah mengalami pemadaman besar selama sekitar 10 jam. Gangguan tersebut berdampak pada ratusan ribu pelanggan di Amerika Serikat.
Pemadaman jaringan Verizon menyebabkan gangguan pada panggilan telepon, pesan singkat, serta akses internet seluler. Banyak pengguna melaporkan tidak dapat berkomunikasi secara normal selama insiden berlangsung.
Dalam pernyataan resminya, Verizon menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak. Perusahaan juga berupaya memberikan kredit akun sebagai bentuk kompensasi atas gangguan layanan tersebut.
Baca Juga: Verizon Siapkan Layar Pintar untuk Masuki Pasar AS
"Jika pelanggan masih mengalami masalah, kami mendorong mereka untuk memulai ulang perangkat mereka untuk terhubung kembali ke jaringan," ujarnya, dikutip dari Reuters, Jumat (16/1/2026).
Gangguan jaringan ini memicu kekhawatiran di sejumlah kota besar, termasuk New York dan Washington D.C. Pemerintah setempat sempat mengimbau warga untuk menggunakan operator lain saat menghubungi layanan darurat 911.
Meski layanan telah dipulihkan, Verizon tidak mengungkapkan penyebab pasti maupun cakupan lengkap pemadaman. Namun, perusahaan menegaskan tidak ada indikasi bahwa insiden tersebut disebabkan oleh serangan siber.
Situs pemantau gangguan Downdetector mencatat sekitar 2,2 juta laporan terkait masalah layanan Verizon dalam kurun 24 jam. Banyak pengguna juga mengeluhkan ponsel mereka masuk ke mode 'SOS' selama pemadaman berlangsung.
Insiden ini mendapat perhatian dari Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC). Ketua FCC Brendan Carr dan Komisaris Anna Gomez menyatakan akan meninjau serta menyelidiki gangguan jaringan tersebut lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal



