SpaceX Tunda Misi Mars, Fokus Bangun Kota di Bulan

AKURAT.CO CEO SpaceX, Elon Musk, mengumumkan perubahan arah strategi perusahaan dalam eksplorasi antariksa. Rencana misi dan koloni manusia di Mars untuk sementara ditunda, dengan fokus utama dialihkan ke pembangunan kota mandiri di Bulan.
Proyek yang dijuluki Moon Base Alpha itu dinilai lebih realistis dalam jangka menengah. Musk menilai pembangunan kota di Bulan bisa direalisasikan lebih cepat dibandingkan koloni permanen di Mars yang diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari dua dekade.
Salah satu pertimbangan utama adalah faktor jarak dan jendela peluncuran. Perjalanan ke Mars hanya memungkinkan saat posisi planet sejajar setiap 26 bulan dengan durasi tempuh sekitar enam bulan, sedangkan misi ke Bulan bisa diluncurkan setiap 10 hari dengan waktu perjalanan sekitar dua hari.
Dengan frekuensi peluncuran yang lebih tinggi, SpaceX dapat melakukan pengembangan dan evaluasi proyek secara lebih cepat. Hal ini dianggap penting untuk mempercepat realisasi kota yang mampu menopang kehidupan manusia secara mandiri.
Meski begitu, Musk menegaskan ambisi jangka panjang menuju Mars tidak dibatalkan. Ia menyebut pengembangan kota di Planet Merah tetap menjadi bagian dari visi besar memperluas kehidupan manusia ke luar Bumi, dengan target awal pengerjaan dalam lima hingga tujuh tahun ke depan.
Baca Juga: Elon Musk Prediksi Manusia Bisa Tinggal di Mars pada 2055
Sebelumnya, SpaceX sempat merancang misi tak berawak ke Mars menggunakan roket Starship pada tahun ini. Namun, program tersebut mengalami penundaan akibat sejumlah kendala teknis, termasuk insiden ledakan dan kebocoran oksigen cair pada tahap pengujian.
Selain membangun kota di Bulan, Musk juga mengungkap rencana ambisius lain di sektor antariksa. SpaceX berencana mendirikan fasilitas produksi di Bulan untuk membuat satelit berbasis AI beserta komponennya, seperti panel surya dan radiator, sebagaimana dikutip dari EuroNews, Minggu (15/2/2026).
Satelit AI tersebut direncanakan diluncurkan menggunakan sistem peluncuran elektromagnetik langsung dari permukaan Bulan. Musk menargetkan pembangunan pusat data raksasa di orbit untuk memproses komputasi AI, sekaligus menekan biaya pendinginan dan konsumsi energi yang tinggi di Bumi.
Upaya SpaceX ini menambah daftar perusahaan yang mengalihkan perhatian ke Bulan. Perusahaan antariksa Blue Origin, milik Jeff Bezos, juga menunda program wisata luar angkasa demi memprioritaskan pengembangan pendarat bulan untuk NASA.
Perubahan strategi ini menunjukkan Bulan kini menjadi target strategis dalam perlombaan eksplorasi antariksa global. Dengan pendekatan bertahap melalui kota Bulan, SpaceX berupaya mempercepat pencapaian visi jangka panjang membangun peradaban manusia multi-planet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







