Akurat Logo

Waspada! Inilah 7 Modus Penipuan Daring Terbaru 2026 yang Sedang Marak

Dani Zahra | 28 April 2026, 20:13 WIB
Waspada! Inilah 7 Modus Penipuan Daring Terbaru 2026 yang Sedang Marak
Ilustrasi, penipuan daring. (Canva)

AKURAT.CO Memasuki tahun 2026, modus penipuan daring terbaru kini tidak lagi sekadar pesan teks hadiah palsu, melainkan manipulasi tingkat tinggi yang sulit dibedakan dengan kenyataan.

Agar Anda dan keluarga tidak menjadi korban, penting untuk mengenali berbagai cara baru yang digunakan peretas untuk menguras rekening atau mencuri data pribadi.

Berikut adalah 7 modus penipuan daring yang sedang marak di tahun 2026.

Baca Juga: Penyidik Akan Tetapkan Tersangka Baru Dalam Kasus Dugaan Penipuan Daring PT Grab Toko

1. Penipuan Deepfake Video Call

Modus ini menjadi yang paling menakutkan di tahun 2026. Penipu menggunakan teknologi AI untuk meniru wajah dan suara orang terdekat Anda seperti anak, orang tua, atau atasan melalui panggilan video. Mereka biasanya meminta uang darurat dengan alasan kecelakaan atau masalah hukum.

Cara Menangkal: Selalu verifikasi melalui saluran komunikasi lain dan jangan langsung mentransfer uang sebelum bertemu fisik atau mendengar kode rahasia keluarga.

2. Modus Kurir Paket "Real-Time"

Jika dulu penipu mengirimkan file APK melalui WhatsApp, sekarang mereka mengirimkan tautan pelacakan palsu yang terlihat sangat resmi. Saat Anda mengeklik tautan tersebut untuk memantau paket, spyware akan terpasang di ponsel Anda dan mencuri kredibelitas perbankan secara otomatis.

Cara Menangkal: Hanya pantau paket melalui aplikasi resmi ekspedisi yang Anda gunakan.

3. Quishing (QR Code Phishing)

Penipuan berbasis kode QR atau Quishing semakin masif di tempat umum. Penipu menempelkan stiker QR palsu di atas QR resmi pembayaran (QRIS) di toko atau tempat parkir. Saat dipindai, Anda akan diarahkan ke situs pembayaran palsu yang merekam data kartu kredit Anda.

Cara Menangkal: Periksa fisik stiker QR sebelum memindai, pastikan tidak ada bekas tempelan ganda atau kecurigaan lainnya.

4. Penipuan Berbasis Langganan AI Palsu

Banyak layanan AI ilegal yang menawarkan fitur premium (seperti pengolah video atau suara) dengan harga sangat murah. Setelah Anda memasukkan detail kartu kredit untuk berlangganan, penipu akan melakukan debit berulang dalam jumlah besar.

Cara Menangkal: Gunakan hanya layanan AI yang sudah dikenal luas dan terdaftar resmi di app store.

Baca Juga: Terlibat Penipuan Daring, 10 WNA Ditangkap di Cengkareng Jakbar

5. "Social Engineering" Lewat Lowongan Kerja Remote

Memasuki tahun 2026, tren kerja dari rumah tetap tinggi. Penipu berpura-pura menjadi HRD perusahaan besar dan menawarkan pekerjaan gaji tinggi. Namun, Anda akan diminta membayar "biaya peralatan" atau "biaya lisensi perangkat lunak" yang ternyata fiktif.

Cara Menangkal: Ingat, perusahaan kredibel tidak akan pernah meminta biaya di awal kepada calon karyawan.

6. Modus Pengembalian Dana (Refund) Pajak atau Bansos

Penipu memanfaatkan momen-momen tertentu dengan mengirimkan pesan singkat bahwa Anda berhak menerima pengembalian pajak atau bantuan sosial pemerintah. Mereka akan meminta Anda mengisi formulir daring yang meminta data NIK, foto KTP, hingga kode OTP.

Cara Menangkal: Instansi pemerintah tidak pernah meminta kode OTP atau data rahasia melalui pesan instan.

7. Skema "Pig Butchering" Lewat Aplikasi Kencan

Modus ini melibatkan manipulasi emosional jangka panjang. Penipu membangun hubungan asmara daring selama berminggu-minggu sebelum akhirnya mengajak Anda berinvestasi di platform kripto palsu. Begitu Anda memasukkan modal besar, akun Anda akan diblokir.

Cara Menangkal: Jangan pernah tergiur investasi apa pun yang diajak oleh orang yang belum pernah Anda temui secara fisik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dani Zahra
D