AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti prospek teknologi embedded untuk sistem deteksi dan akustik bawah air. Teknologi ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan sistem pemantauan, navigasi, dan komunikasi bawah laut di Indonesia.
Dalam keterangan resmi BRIN disebutkan bahwa teknologi embedded menjadi salah satu komponen penting dalam pengembangan perangkat akustik bawah air karena mampu mendukung proses pengolahan data secara efisien dan real time.
Peneliti Pusat Riset Teknologi Industri Proses dan Manufaktur BRIN, Deni Ferdian, menjelaskan sistem embedded memiliki peran penting dalam mendukung integrasi sensor dan perangkat pemrosesan sinyal pada sistem bawah air.
“Teknologi embedded memungkinkan pengolahan data akustik bawah air dilakukan secara lebih cepat dan efisien,” kata Deni Ferdian.
Digunakan untuk Sistem Deteksi dan Navigasi
BRIN menjelaskan teknologi embedded dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan sistem bawah air seperti deteksi objek, navigasi kapal, komunikasi akustik, hingga pemantauan lingkungan laut.
Sistem tersebut bekerja dengan mengintegrasikan sensor, pemrosesan sinyal digital, dan perangkat lunak pada perangkat berukuran ringkas yang mampu bekerja di lingkungan bawah laut.
Menurut BRIN, penggunaan teknologi embedded memungkinkan sistem akustik bawah air memiliki konsumsi daya lebih efisien serta kemampuan pemrosesan data yang lebih cepat.
“Pengembangan sistem embedded sangat penting untuk mendukung teknologi akustik bawah air yang lebih andal dan adaptif,” ujar Deni Ferdian.
BRIN juga menyebut teknologi tersebut dapat mendukung pengembangan perangkat autonomous underwater vehicle (AUV) atau kendaraan bawah air tanpa awak.
Potensi Besar untuk Riset Kelautan
Dalam penjelasannya, BRIN menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi bawah air karena merupakan negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas.
Teknologi embedded dan sistem akustik bawah air dinilai dapat membantu berbagai kebutuhan seperti riset kelautan, pemetaan dasar laut, mitigasi bencana, hingga keamanan maritim.
Selain itu, BRIN menyebut pengembangan teknologi dalam negeri penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap perangkat impor pada sektor sistem bawah air dan akustik.
“Penguasaan teknologi embedded akan memperkuat pengembangan sistem deteksi dan komunikasi bawah air nasional,” kata Deni Ferdian.
BRIN menyatakan riset teknologi embedded untuk sistem bawah air masih akan terus dikembangkan guna mendukung kebutuhan industri, riset, dan teknologi maritim nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







