Akurat Logo

BRIN Ubah Gas Metana TPA Jadi Sumber Energi

Yusuf Tirtayasa | 28 Mei 2026, 12:49 WIB
BRIN Ubah Gas Metana TPA Jadi Sumber Energi

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pemanfaatan gas metana dari tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi sumber energi. Pengembangan ini dilakukan untuk memanfaatkan gas hasil pembusukan sampah organik yang selama ini banyak terlepas ke atmosfer.

Dalam keterangan resmi BRIN disebutkan bahwa gas metana memiliki potensi besar sebagai sumber energi alternatif apabila dikelola dengan baik. Selain menghasilkan energi, pemanfaatan gas tersebut juga dinilai dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor sampah.

Peneliti BRIN menjelaskan gas metana terbentuk dari proses dekomposisi sampah organik di TPA. Gas tersebut dapat ditangkap dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi.

“Gas metana dari TPA memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi,” tulis BRIN.

Metana TPA Dimanfaatkan untuk Energi

BRIN menjelaskan pemanfaatan gas metana dilakukan melalui sistem penangkapan gas dari area timbunan sampah. Gas yang terkumpul kemudian dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan energi.

Menurut BRIN, teknologi ini dapat membantu mengurangi pelepasan gas metana langsung ke atmosfer yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Selain itu, pemanfaatan gas metana juga disebut dapat mendukung pengembangan energi alternatif berbasis limbah.

“Pemanfaatan gas metana dapat menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus penyediaan energi,” jelas BRIN.

BRIN menilai pendekatan tersebut dapat meningkatkan nilai guna limbah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Teknologi Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Dalam penjelasannya, BRIN menyebut peningkatan volume sampah perkotaan membuat kebutuhan pengelolaan TPA semakin penting. Pengolahan gas metana dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak lingkungan dari timbunan sampah.

BRIN juga menyoroti pentingnya pengembangan teknologi pengelolaan limbah yang mampu menghasilkan nilai tambah dan mendukung transisi energi.

Selain menghasilkan energi, sistem penangkapan gas metana juga dapat membantu mengurangi risiko kebakaran dan ledakan akibat akumulasi gas di area TPA.

“Pengembangan teknologi pemanfaatan gas metana menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah modern,” tulis BRIN.

BRIN menyatakan pengembangan teknologi energi berbasis gas metana TPA masih terus dilakukan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah dan energi berkelanjutan di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.