AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pemanfaatan gas metana dari tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi sumber energi. Pengembangan ini dilakukan untuk memanfaatkan gas hasil pembusukan sampah organik yang selama ini banyak terlepas ke atmosfer.
Dalam keterangan resmi BRIN disebutkan bahwa gas metana memiliki potensi besar sebagai sumber energi alternatif apabila dikelola dengan baik. Selain menghasilkan energi, pemanfaatan gas tersebut juga dinilai dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor sampah.
Peneliti BRIN menjelaskan gas metana terbentuk dari proses dekomposisi sampah organik di TPA. Gas tersebut dapat ditangkap dan dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan energi.
“Gas metana dari TPA memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi,” tulis BRIN.
Metana TPA Dimanfaatkan untuk Energi
BRIN menjelaskan pemanfaatan gas metana dilakukan melalui sistem penangkapan gas dari area timbunan sampah. Gas yang terkumpul kemudian dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan energi.
Menurut BRIN, teknologi ini dapat membantu mengurangi pelepasan gas metana langsung ke atmosfer yang berkontribusi terhadap pemanasan global.
Selain itu, pemanfaatan gas metana juga disebut dapat mendukung pengembangan energi alternatif berbasis limbah.
“Pemanfaatan gas metana dapat menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus penyediaan energi,” jelas BRIN.
BRIN menilai pendekatan tersebut dapat meningkatkan nilai guna limbah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Teknologi Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Dalam penjelasannya, BRIN menyebut peningkatan volume sampah perkotaan membuat kebutuhan pengelolaan TPA semakin penting. Pengolahan gas metana dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak lingkungan dari timbunan sampah.
BRIN juga menyoroti pentingnya pengembangan teknologi pengelolaan limbah yang mampu menghasilkan nilai tambah dan mendukung transisi energi.
Selain menghasilkan energi, sistem penangkapan gas metana juga dapat membantu mengurangi risiko kebakaran dan ledakan akibat akumulasi gas di area TPA.
“Pengembangan teknologi pemanfaatan gas metana menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah modern,” tulis BRIN.
BRIN menyatakan pengembangan teknologi energi berbasis gas metana TPA masih terus dilakukan untuk mendukung sistem pengelolaan sampah dan energi berkelanjutan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








