Akurat Logo

5 Tips Aman Menggunakan Aplikasi Keuangan di Smartphone

Idham Nur Indrajaya | 29 Mei 2026, 19:32 WIB
5 Tips Aman Menggunakan Aplikasi Keuangan di Smartphone
Simak 5 tips aman menggunakan aplikasi keuangan di smartphone agar terhindar dari penipuan digital, phishing, dan kebocoran data. Ketahui juga pentingnya memilih aplikasi pinjaman online legal dan aman seperti Adapundi. Ilustrasi: Gemini Google

AKURAT.CO Penggunaan aplikasi keuangan di smartphone kini semakin populer karena memudahkan berbagai kebutuhan finansial. Apa yang bisa terbantu melalui adanya aplikasi keuangan mulai dari melakukan pembayaran hingga pengelolaan keuangan pribadi.

Karena kemudahan ini, penting bagi Anda untuk selalu menjaga keamanan data dan dana agar terhindar dari risiko pencurian atau penipuan. Apalagi, saat ini banyak layanan pinjaman online yang aman dan terpercaya yang bisa diakses langsung lewat aplikasi.

Selain itu, bagi Anda yang ingin mengajukan pinjaman uang tanpa agunan, aplikasi keuangan menjadi pilihan praktis. Namun, agar transaksi tetap aman dan nyaman, Anda perlu menerapkan beberapa langkah penting dalam menggunakan aplikasi keuangan di smartphone. Berikut adalah lima tips aman yang bisa Anda ikuti.

Tips Aman Menggunakan Aplikasi Keuangan di Smartphone

Berikut ini adalah cara-cara praktis yang bisa Anda terapkan agar penggunaan aplikasi keuangan tetap aman dan terjaga.

1. Gunakan Kata Sandi Kuat dan Autentikasi Berlapis

Penting untuk membuat kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap aplikasi keuangan. Hindari penggunaan kata sandi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau pola sederhana. Gunakan frasa sandi panjang yang mengandung kombinasi huruf, angka, dan simbol. Oleh karena itu, aktifkan fitur autentikasi dua faktor (2FA) atau multi-factor authentication (MFA) jika tersedia.

2. Selalu Perbarui Aplikasi dan Sistem Operasi

Aktifkan pembaruan otomatis agar selalu menggunakan versi terbaru. Pembaharuan rutin aplikasi dan sistem operasi sangat penting untuk menjaga keamanan perangkat. Pengembang biasanya merilis update yang berisi perbaikan bug dan peningkatan fitur keamanan.

Hindari menunda update, terutama jika ada perbaikan keamanan. Hal ini tentu karena versi lama lebih rentan terhadap serangan malware dan peretasan.

Baca Juga: OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal dalam 3 Bulan, Dana Korban Penipuan Rp585 Miliar Berhasil Diselamatkan

Baca Juga: Cara Melaporkan Penipuan Online agar Uang Kembali dan Pelaku Tertangkap

3. Unduh Aplikasi Hanya dari Sumber Resmi

Untuk menghindari risiko malware dan aplikasi berbahaya, unduh aplikasi keuangan hanya dari toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store. Kedua platform ini melakukan kurasi dan pemeriksaan keamanan sebelum aplikasi tersedia.

Periksa penerbit aplikasi, ulasan pengguna, dan jumlah unduhan sebelum mengunduh. Hindari mengaktifkan pengaturan “instal dari sumber tidak dikenal” kecuali benar-benar memahami risikonya, karena ini bisa membuka celah masuknya aplikasi berbahaya.

4. Hindari Transaksi di Jaringan Wi-Fi Publik

Wi-Fi publik di tempat umum seperti kafe atau bandara sering kali tidak terenkripsi dengan baik, sehingga rawan disadap. Hindari melakukan login atau transaksi keuangan saat terhubung ke jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman.

Jika harus mengakses aplikasi keuangan di jaringan publik, gunakan koneksi data seluler atau layanan VPN terpercaya untuk mengenkripsi lalu lintas data. Setelah selesai, selalu logout dari aplikasi dan matikan koneksi otomatis ke jaringan Wi-Fi publik.

5. Waspada Phishing, Pesan Palsu, dan Rekayasa Sosial

Phishing dan rekayasa sosial masih menjadi metode utama pencurian data keuangan. Pelaku sering mengirim pesan yang tampak resmi untuk meminta kode OTP, data login, atau mengarahkan ke situs palsu.

Jangan pernah membagikan kata sandi atau kode OTP kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari layanan resmi lewat telepon, SMS, atau chat. Biasakan memeriksa alamat situs, ejaan pesan, dan jika ragu, hubungi langsung layanan pelanggan resmi untuk memastikan keaslian permintaan.

Baca Juga: Korban Penipuan Digital Terus Bertambah Jadi 411 Ribu, Sisakan Kerugian Finansial dan Luka Emosional

Adapundi Aplikasi Pinjaman Berkomitmen Berikan Keamanan Data

Selain menerapkan kebiasaan aman saat menggunakan smartphone, memilih platform keuangan yang tepat juga menjadi bagian penting dari keamanan digital. Aplikasi yang legal, transparan, dan memiliki sistem perlindungan data yang baik dapat membantu pengguna merasa lebih tenang saat bertransaksi.

Salah satu layanan yang bisa dipertimbangkan adalah Adapundi. Sebagai platform keuangan daring, Adapundi berkomitmen memberikan keamanan bagi para penggunanya. Komitmen ini diwujudkan dengan sertifikasi SNI ISO/IEC 27001:2022, memastikan sistem manajemen keamanan informasi berjalan sesuai dengan standar tata kelola data internasional.

Selain itu sistem Adapundi menggunakan enkripsi end-to-end, melindungi data agar tidak disalahgunakan oleh pihak ketiga secara tidak bertanggungjawab.

Tidak sampai situ, Adapundi juga sudah berstatus berizin dan diawasi OJK, hal ini mengartikan bahwa Adapundi beroperasi di bawah pengawasan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga seluruh regulasi dan perlindungan konsumen terjamin sesuai dengan hukum yang berlaku.

Baca Juga: Adapundi dan Bank DBS Indonesia Lanjutkan Kerja Sama Strategis untuk Akselerasi Inklusi Keuangan

Baca Juga: Smartphone Jadi Kunci Utama Mengendalikan Mobil Masa Depan

Dengan komitmen terhadap keamanan dan legalitas, Adapundi bisa menjadi pilihan bagi Anda yang membutuhkan pinjaman uang tanpa agunan dengan proses yang lebih sederhana. Tanpa perlu menjaminkan aset, Anda dapat mengajukan pinjaman melalui aplikasi dengan limit hingga Rp100 juta, cicilan 12 bulan, serta bunga rendah yang kompetitif sesuai dengan regulasi OJK.

Jadi, tidak perlu khawatir lagi jika membutuhkan dana mendesak atau kebutuhan usaha, ajukan tanpa jaminan di Adapundi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.