Akurat Logo

BRIN Deteksi Sinyal Awal Upwelling Musim Timur 2026 di Perairan Selatan Indonesia

Yusuf Tirtayasa | 6 Juni 2026, 22:34 WIB
BRIN Deteksi Sinyal Awal Upwelling Musim Timur 2026 di Perairan Selatan Indonesia
BRIN Deteksi Sinyal Awal Upwelling Musim Timur 2026 di Perairan Selatan Indonesia

AKURAT.CO Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendeteksi munculnya sinyal awal fenomena upwelling atau naiknya massa air dingin dari lapisan bawah laut di wilayah perairan selatan Indonesia menjelang musim timur 2026.

Fenomena ini dinilai penting karena berkaitan langsung dengan produktivitas perairan, ketersediaan nutrien, hingga potensi peningkatan hasil tangkapan ikan di sejumlah wilayah pesisir selatan Indonesia.

Upwelling Jadi Penanda Awal Dinamika Musim Timur 2026

Fenomena upwelling merupakan proses alami ketika massa air dari lapisan bawah laut yang kaya nutrisi naik ke permukaan. Kondisi tersebut biasanya terjadi saat musim timur dan dipengaruhi pola angin musiman.

Kemunculan sinyal awal upwelling di perairan selatan Indonesia menjadi indikator penting dalam memantau dinamika oseanografi sekaligus perubahan kondisi laut yang dapat berdampak pada sektor perikanan maupun aktivitas maritim.

Wilayah perairan selatan Indonesia memang dikenal sebagai salah satu kawasan yang rutin mengalami fenomena ini ketika angin timur mulai menguat. Kehadiran nutrisi dari lapisan bawah laut dapat memicu peningkatan produktivitas fitoplankton yang menjadi dasar rantai makanan laut.

Dampak Upwelling Berpotensi Pengaruhi Perikanan dan Aktivitas Laut

Deteksi dini terhadap fenomena upwelling penting dilakukan karena dapat menjadi acuan bagi berbagai sektor, mulai dari nelayan, pelaku industri perikanan, hingga pengelola wilayah pesisir.

Selain meningkatkan potensi sumber daya ikan, perubahan suhu permukaan laut akibat upwelling juga dapat memengaruhi kondisi cuaca lokal serta aktivitas pelayaran.

BRIN menilai pemantauan kondisi oseanografi secara berkala menjadi bagian penting dalam memahami perubahan iklim regional dan mendukung pengelolaan sumber daya laut yang lebih adaptif.

Temuan sinyal awal ini juga membuka peluang untuk memperkuat sistem informasi kelautan agar masyarakat pesisir dan sektor maritim dapat lebih siap menghadapi perubahan kondisi laut selama musim timur 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.