Libur Sekolah Tiba, Cap Kaki Tiga Anak, Ajak Orang Tua Lawan Lonjakan Screen Time Lewat Aktivitas Luar Ruangan

AKURAT.CO Musim libur sekolah kerap kali menjadi buah simalakama bagi para orang tua.
Di satu sisi ingin anak-anak beristirahat, namun di sisi lain absennya jadwal teratur justru membuat si kecil rentan terjebak dalam kebiasaan pasif.
Fenomena yang dikenal sebagai Structured Days Hypothesis ini memicu lonjakan durasi screen time anak hingga dua setengah jam per hari, yang berdampak pada merosotnya aktivitas fisik dan waktu tidur mereka.
Baca Juga: Libur Sekolah, KAI Commuter Tambah 4 Perjalanan Commuter Line Yogyakarta-Solo
Melihat realita ini, Cap Kaki Tiga Anak yang merupakan jenama unggulan dari Kino Indonesia, memahami betul adanya dilema protektif yang sering dialami para ibu ketika ingin membiarkan anak bebas mengeksplorasi dunia luar.
"Kami sangat mengerti dilema yang dihadapi para ibu saat liburan sekolah tiba. Para ibu sadar betul anaknya butuh jeda dari gadget dan ingin mereka aktif bereksplorasi di luar ruangan. Namun pada saat yang sama, kekhawatiran bahwa anak akan drop atau jatuh sakit akibat cuaca yang tidak menentu kerap kali menghantui. Kegelisahan keseharian inilah yang mendorong Cap Kaki Tiga Anak hadir untuk memberikan ketenangan penuh bagi para ibu, sehingga anak-anak bisa bebas bereksplorasi tanpa rasa khawatir," ujar Jesica Christianty, Senior Brand Manager Cap Kaki Tiga Anak, Selasa (23/6/2026).
Dalam acara "Community Playdate: Eksplorasi Tanpa Rasa Khawatir, Langkah Awal #BaikUntukAnak," Psikolog Anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, M.Psi., Psikolog, mengingatkan orang tua agar tidak menyiasati liburan dengan menjejali anak lewat segudang jadwal les tambahan.
Menurutnya, anak justru membutuhkan ruang gerak bebas yang menantang namun terkendali.
"Yang paling dibutuhkan anak di masa libur sekolah adalah ruang untuk bergerak bebas lewat Adventurous Play. Ini adalah jenis permainan yang sedikit menantang dan seru, seperti berlari bebas atau memanjat, namun tetap dalam kendali," papar Saskhya.
Baca Juga: Terlalu Banyak Screen Time Bisa Batasi Perkembangan Bahasa Anak
Menariknya, membiarkan anak akrab dengan permainan fisik yang menantang terbukti bertindak sebagai "vaksin kecemasan alami" yang menurunkan risiko depresi pada anak.
Agar anak tetap aman tanpa merasa dikekang, Saskhya menyarankan ibu menerapkan konsep supervision partnership, di mana ibu cukup memposisikan diri sebagai zona aman (secure base) yang tetap berada dalam jangkauan pandangan anak.
"Ketenangan ibu itu menular dan sangat krusial. Kalau kita terlalu mudah cemas atau sedikit sedikit melarang, anak justru akan menyembunyikan rasa sakit atau lelahnya karena takut disuruh berhenti bermain," jelas Saskhya.
Lebih lanjut, Saskhya memaparkan bahwa anak usia sekolah belum memiliki kemampuan matang untuk merasakan sinyal lelah dari dalam tubuhnya (interoception).
Lonjakan adrenalin saat bermain sering kali menutupi rasa lelah dan risiko dehidrasi yang mengintai.
Oleh karena itu, ketika anak mendadak rewel atau lesu, itu adalah alarm awal tubuh mereka.
Solusinya, orang tua bisa memfasilitasi masa jeda secara imajinatif seperti mengajak anak masuk ke area istirahat layaknya mobil balap yang masuk ke pit stop.
Di momen inilah, memberikan larutan penyegar dengan varian rasa buah yang disukai anak menjadi langkah taktis untuk mengganti cairan tubuh yang hilang sekaligus mencegah gejala panas dalam.
"Di momen pit stop tadi, Larutan Cap Kaki Tiga Anak, mengambil peran sebagai langkah awal yang terpercaya. Sejak tahun 2013, Cap Kaki Tiga Anak diformulasikan khusus untuk anak dengan rasa buah yang sangat disukai oleh mereka. Saat anak-anak minum dengan senang, panas dalam bisa dicegah, dan momen ini memperkuat bonding orang tua & anak," jelas Jesica.
Sebagai solusi andalan para ibu, Cap Kaki Tiga Anak mengusung dua formulasi unggulan yang aman dan efektif, yakni Gypsum Fibrosum untuk menurunkan panas tubuh dan melegakan tenggorokan kering, serta Calcitum untuk menjaga lambung anak tetap nyaman.
Produk ini juga telah mengantongi sertifikasi BPOM, Halal, serta penghargaan Alochoice dari Alodokter, yang menegaskan bahwa produk ini direkomendasikan langsung oleh jaringan dokter ahli.
Melalui kampanye Langkah Awal #BaikUntukAnak, Cap Kaki Tiga Anak berkomitmen mendukung pembentukan fondasi karakter anak yang kuat langsung dari alam terbuka.
“Kampanye ini menjadi pengingat bahwa fondasi mental yang kuat tidak dibentuk di dalam ruangan. Anak-anak sangat membutuhkan kebebasan untuk berlari, memanjat, berinteraksi dengan alam, dan belajar memecahkan masalahnya sendiri. Dengan dukungan serta persiapan matang dari orang tua, kegiatan yang dilakukan hari ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka kelak,” tambah Jesica.
Sebagai penutup, Saskhya menekankan bahwa tugas utama orang tua bukanlah melenyapkan seluruh tantangan dari hidup anak, melainkan mempersiapkan mereka agar siap menghadapi dunia luar dengan berani.
"Langkah awal #BaikUntukAnak bukan menghapus semua risiko dari dunia anak, tapi membekali diri kita agar berani melepas. Anak menjadi tangguh bukan karena dilindungi dari segala hal, melainkan karena dipercaya, sambil tahu ibunya selalu bisa dia jangkau," tutup Saskhya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026




