Akurat Logo

Grab-OVO Hadirkan Program MBG Swasta, Klaim Keamanan Makanan Capai 99,99 Persen

Winna Wandayani | 16 Juli 2026, 23:26 WIB
Grab-OVO Hadirkan Program MBG Swasta, Klaim Keamanan Makanan Capai 99,99 Persen
Grab-OVO Hadirkan Program MBG Swasta, Klaim Keamanan Makanan Capai 99,99 Persen (AKURAT.CO/Winna Wandayani)

AKURAT.CO Grab dan OVO menghadirkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Swasta bersama Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB). Selama pelaksanaannya, program tersebut diklaim mencatat tingkat keamanan makanan sebesar 99,99 persen tanpa insiden.

Hal itu disampaikan dalam Kunjungan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada Implementasi Program MBG Swasta di Sekolah Khusus 01 Kabupaten Tangerang, Kamis (16/7/2026). CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan program ini telah berjalan sejak September 2024.

"Hasilnya, operasional berjalan sukses tanpa insiden, mencatat 99,99 persen keamanan makanan dan 100 persen tingkat kepatuhan UMKM," kata Neneng.

Neneng mengatakan pendanaan program sepenuhnya berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan dukungan mitra swasta yang bersifat nirlaba. Program tersebut juga tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menjelaskan, teknologi dimanfaatkan untuk mendukung proses pemesanan, distribusi, hingga pemantauan makanan. Grab dan OVO juga melakukan kurasi terhadap UMKM yang terlibat, termasuk standar kebersihan dapur, edukasi gizi dan keamanan pangan.

Seluruh proses diawasi melalui command center berbasis teknologi, ada CCTV berbasis AI di setiap UMKM dan melibatkan dinas kesehatan setempat. Menurut Neneng, hal tersebut diterapkan untuk membantu memastikan kualitas dan keamanan makanan selama program berlangsung.

Program MBG Swasta telah menjangkau 5.235 penerima manfaat di 36 sekolah. Mayoritas penerima berasal dari sekolah berkebutuhan khusus.

"Sejak diluncurkannya pada September 2024, program MBG CSR swasta ini sudah menjangkau 36 sekolah, mayoritas sekolah berkebutuhan khusus. Kemudian juga terdapat 5.235 penerima manfaat," ujar Neneng.

Program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi bagi anak berkebutuhan khusus, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha. Neneng menyebut pendapatan mitra UMKM meningkat hingga dua sampai empat kali lipat sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Ketua Harian YIPB, Cahaya Manthovani, mengatakan setiap anak berhak memperoleh akses terhadap makanan bergizi. Menurutnya, hal itu termasuk bagi anak berkebutuhan khusus agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

"Bagi kami, setiap anak adalah pribadi yang istimewa. Tugas kita bukan mengubah siapa mereka, tetapi menyediakan lingkungan yang menerima, mendukung dan memberikan kesempatan agar mereka dapat menunjukkan kemampuannya yang terbaik," ungkapnya.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengapresiasi pelaksanaan program MBG Swasta yang dijalankan melalui pendanaan CSR. Ia menilai sistem distribusi dan pengawasan yang diterapkan berpotensi menjadi acuan bagi pelaksanaan program serupa di tingkat nasional.

"Ini murni dari CSR. Dan kami berharap bahwa ini bisa menjadi satu benchmark untuk MBG secara nationwide," jelas Ivan.

Sementara itu, Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak dapat mendukung pemenuhan gizi dan pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Ke depan, Grab, OVO dan YIPB ingin memperluas jangkauan Program MBG Swasta agar menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Program tersebut juga diharapkan terus meningkatkan gizi anak berkebutuhan khusus serta memperkuat pemberdayaan UMKM dan mitra pengemudi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.