Roblox Diminta Perketat Perlindungan Anak Pengguna di Indonesia

AKURAT.CO Roblox diminta memperkuat pelindungan anak di platformnya, terutama bagi pengguna berusia di bawah 16 tahun. Permintaan tersebut berkaitan dengan penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan penerapan PP TUNAS perlu diwujudkan melalui langkah konkret di dalam platform Roblox. Pelindungan anak tidak cukup hanya lewat kebijakan, tetapi juga harus diterapkan pada fitur dan pengalaman pengguna.
Salah satu perhatian pemerintah adalah mekanisme verifikasi usia pengguna. Roblox sebelumnya telah menerapkan teknologi facial age estimation dan membatasi sejumlah fitur komunikasi bagi pengguna anak.
Namun, mekanisme tersebut dinilai masih perlu diperkuat agar perlindungan pengguna anak lebih sesuai dengan usianya. Roblox juga diminta memperketat interaksi antara anak dan orang yang tidak dikenal di platform.
Roblox diminta mencegah komunikasi anak berpindah ke luar platform serta meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi dan menghentikan perilaku berisiko sejak dini. Hal tersebut menjadi perhatian karena Roblox banyak digunakan oleh anak-anak di Indonesia.
Meutya juga menekankan penerapan prinsip safety-by-design, yaitu memasukkan aspek keamanan sejak fitur atau produk dirancang. Dengan pendekatan tersebut, risiko terhadap pengguna anak diharapkan dapat dicegah sebelum menimbulkan masalah.
"Kami memahami bahwa banyak anak-anak Indonesia menggemari Roblox. Karena itu, besar harapan kami bahwa Roblox juga menyayangi anak-anak kami, terutama dengan memastikan keamanan mereka," kata Meutya dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (23/9/2026).
Sementara itu, CEO Roblox David Baszucki mengatakan perusahaan menyadari tanggung jawabnya terhadap pengguna, terutama generasi muda. Ia menyatakan Roblox terus menyesuaikan produknya dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
"Kami terus berupaya menyesuaikan produk kami agar sesuai dengan regulasi di Indonesia," ujar Baszucki.
Selain perubahan fitur, pemerintah meminta Roblox memperkuat koordinasi dan melaporkan penerapan PP TUNAS secara rutin. Meutya menegaskan, Roblox tetap harus mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








