SDM Berperan Penting dalam Transformasi Energi Hijau
Sri Agustina | 28 Mei 2024, 22:03 WIB

AKURAT.CO Indonesia berkomitmen terhadap transisi energi ramah lingkungan untuk mencapai Net-Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Persiapan sumber daya manusia merupakan salah satu elemen terpenting untuk mendukung transisi energi hijau menuju Net Zero Emission (NZE).
Hal tersebut mengemuka di dalam seminar yang diselenggarakan oleh PT Hioki Electric Indonesia (Hioki Indonesia) bertajuk "Leading the Future: Expanding Horizon of Indonesia Energy Transition", di hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta (27/5/2024).
“Transisi energi hijau menuju energi bersih dan ramah lingkungan telah menjadi kesepakatan global dan akan mengubah banyak hal, seperti perubahan lapangan kerja, skenario pembangunan, orientasi bisnis dan lain-lain, baik dalam skala global atau regional maupun nasional.” ungkap Perwakilan ITB, Agus Purwadi.
Lebih lanjut, Ia mengatakan, ekosistem transisi energi hijau juga membuka peluang dan tantangan baru, diperlukan pemahaman, strategi dan mekanisme yang tepat untuk mengidentifikasi tantangan atau peluang saat ini dan tantangan atau peluang masa depan, sehingga transisi energi rendah karbon yang adil dan merata dapat terlaksana dengan baik.
“Hioki mengambil peranan cukup penting untuk menuju energi hijau. Alat-alat kalibrasi dan pengukuran yang kami miliki, bertujuan untuk menjaga standar kualitas dari produk baterai yang dipakai pada kendaraan listrik dan juga produk-produk industri lainnya,” sambut President Director Hioki Indonesia, Tisna Irawan.
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Djoko Siswanto, mengungkapkan upaya untuk mencapai transisi energi harus bisa melakukan langkah-langkah seperti pembangunan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) harus dilakukan sesuai potensi daerah.
Pembangunan infrastruktur jaringan listrik yang menjangkau daerah terpencil. Penerapan pajak karbon untuk meningkatkan daya saing EBT, serta mendorong perbankan untuk pengembangan EBT dengan bunga rendah.
“Selain itu perlu dibangun industri pendukung di dalam negeri antara lain : solar cell, baterai, mobil dan motor listrik, pabrik hidrogen, dan lain-lain yang memiliki potensi keberlanjutan tinggi dan prospek di dalam industri energi,” tandas Djoko.
Hioki Indonesia merupakan cabang dari Hioki E.E Corporation yang merupakan salah satu perusahaan terdepan dalam solusi pengukuran presisi dan instrumen uji dari Jepang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





