HIPMI: KUR Perumahan Dorong Ekosistem Hunian dan UMKM Tumbuh Bersama

AKURAT.CO Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Akbar Humawan Buchari menilai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan tidak hanya menjadi solusi kepemilikan rumah, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem perumahan nasional yang lebih komprehensif.
Menurut Akbar, program yang diatur melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 13 Tahun 2025 itu mampu memberikan dampak ganda (multiplier effect) terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelaku usaha lokal.
“Program ini bisa membangun ekosistem perumahan secara menyeluruh. UMKM bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk memiliki tempat usaha dan rumah sendiri, sehingga tidak lagi bergantung pada sewa,” kata Akbar dalam Sosialisasi Kredit Program Perumahan bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Jakarta, Minggu (7/9/2025).
Baca Juga: Level Up, Jakpus! Gebrakan HIPMI Jakarta Pusat Dorong UMKM Naik Kelas
Skema KUR Perumahan dibagi ke dalam dua kategori penerima manfaat, yaitu sisi penyediaan (supply) dan sisi permintaan (demand). Dari sisi supply, penerima manfaat mencakup pengembang (developer), kontraktor, hingga pengusaha material bangunan.
Mereka bisa mengakses kredit dengan plafon Rp500 juta hingga Rp5 miliar. Pinjaman tersebut dapat dicairkan sekaligus, bertahap, maupun secara revolving.
Adapun dari sisi demand, penerima manfaat utama adalah UMKM. Kredit ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha produktif, sekaligus membuka peluang kepemilikan rumah yang layak.
Akbar menekankan pentingnya komitmen pengusaha untuk menggunakan skema ini secara optimal. Dengan demikian, KUR Perumahan tidak hanya mendukung UMKM yang sudah berjalan, tetapi juga mendorong lahirnya pelaku usaha baru di daerah.
“Kita ingin agar UMKM naik kelas dan memberi kontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Baca Juga: 10 Juni Ditetapkan sebagai Hari Kewirausahaan Nasional, Kadin: Ini Simbol Perjuangan HIPMI
Kementerian PKP menyebut program ini sejalan dengan upaya pemerintah memperluas akses pembiayaan sektor perumahan, sekaligus memperkuat peran UMKM dalam ekosistem hunian. Dengan keberadaan skema kredit yang lebih inklusif, diharapkan rantai pasok material, konstruksi, hingga jasa pendukung akan semakin berkembang.
Bagi masyarakat, program ini juga memberi kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan. UMKM yang bergerak di industri rumah tangga bisa memanfaatkan kredit untuk memiliki rumah sekaligus ruang usaha. Hal ini diharapkan memperkecil ketimpangan akses antara pelaku usaha di kota besar dan daerah.
“Ini momentum penting untuk membangun perumahan rakyat yang produktif, di mana rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga sarana berusaha,” kata Akbar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








