Longsor 27 Titik di Trans Papua, Kementerian PU Kerahkan 57 Alat Berat

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani longsor yang terjadi di ruas Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena, jalur strategis penghubung Provinsi Papua dan Papua Pegunungan.
Longsor dipicu curah hujan tinggi sejak Sabtu (7/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026) yang menyebabkan material menutup badan jalan di sejumlah titik serta mengganggu kelancaran arus transportasi.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas pemerintah mengingat ruas tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
“Konektivitas harus segera dipulihkan agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat tidak terganggu terlalu lama. Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk percepatan penanganan,” kata Dody, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Kementerian PU Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Jatim Senilai Rp1,16 Triliun
Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan saat ini melakukan penanganan darurat berupa pembersihan material longsor, penanganan lereng dan drainase, pemasangan sandbag, penimbunan kembali badan jalan, serta penggantian Jembatan Bailey yang terdampak.
Berdasarkan identifikasi lapangan, tercatat sebanyak 27 titik longsoran terjadi di sepanjang ruas tersebut dengan tingkat kerusakan bervariasi. Beberapa titik terdampak antara lain berada di Jalan Tanjakan Area Camp Pemilu, Jalan Tanjakan Yahuli, ruas Area Camp 90, Camp 80, serta sekitar Jembatan Kali Kil dan Kampung Wara.
Untuk mempercepat pembukaan akses, BBPJN Papua–Papua Pegunungan bersama PT Hutama Karya mengerahkan total 57 unit alat berat, terdiri atas 48-unit excavator dan 9-unit dozer.
Pengerahan ini difokuskan pada percepatan pembersihan material, stabilisasi lereng, dan penanganan titik-titik dengan timbunan berat.
Penanganan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi cuaca dan stabilitas lereng guna memastikan keselamatan pekerja maupun pengguna jalan.
Selain penanganan darurat, Kementerian PU juga melakukan evaluasi teknis terhadap kondisi lereng dan sistem drainase untuk memperkuat mitigasi risiko ke depan.
Kementerian PU berkomitmen memastikan akses transportasi masyarakat segera pulih sehingga mobilitas dan distribusi logistik di wilayah Papua dan Papua Pegunungan dapat kembali berjalan secara optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






