Alokasi Bedah Rumah Naik Tajam, Pemda Diminta Percepat Eksekusi

AKURAT.CO Seiring bertambahnya alokasi Program Bedah Rumah di sejumlah daerah, pelaksanaan di lapangan, mulai dari kebutuhan tenaga pendamping hingga kondisi geografis dan wilayah terdampak bencana juga jadi tantangan pemerintah.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, bersama sejumlah kepala daerah dalam rapat koordinasi secara daring pada Kamis (17/9/2026).
Rapat tersebut diikuti Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Baca Juga: Tak Cuma Bedah Rumah, Pemerintah Benahi Lingkungan Permukiman Kumuh
Evaluasi dilakukan bersama pemerintah daerah dan jajaran Balai Kementerian PKP untuk melihat perkembangan program perumahan sekaligus mengidentifikasi kendala pelaksanaannya.
Maruarar mengatakan koordinasi dengan pemerintah daerah diperlukan agar program perumahan yang bersumber dari APBN maupun non-APBN dapat berjalan sesuai target.
“Kita evaluasi bersama para gubernur dan para kepala Balai untuk memperkuat koordinasi. Semua program, baik APBN maupun non-APBN, kita dorong,” ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Bedah Rumah. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, alokasi program di empat provinsi meningkat dibandingkan 2025.
Di Sumatera Utara, misalnya, alokasi Bedah Rumah naik dari 1.982 unit pada 2025 menjadi 15.011 unit pada 2026. Artinya, terdapat tambahan 13.029 unit dalam setahun.
Kenaikan juga terjadi di Sulawesi Selatan, dari 3.077 unit menjadi 17.923 unit. Di Nusa Tenggara Timur, alokasi meningkat dari 436 unit menjadi 14.158 unit. Sementara Lampung memperoleh kenaikan dari 2.390 unit menjadi 13.276 unit.
Khusus NTT, alokasi Bedah Rumah kemudian mendapat tambahan untuk penanganan masyarakat yang terdampak bencana sehingga total alokasinya mencapai 15.376 unit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








