Program Gentengisasi Berdayakan Puluhan UMKM, Maruara Ingin Peningkatan Kualitas Produk

AKURAT.CO Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan standar kualitas genteng, kesiapan produksi, dan penguatan UMKM dalam program Gentengisasi.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menekankan pentingnya standar kualitas genteng dalam pelaksanaan program Gentengisasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Pemerintah ingin program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal berkembang dengan produk yang memenuhi standar.
Baca Juga: 34 UMKM Majalengka Siapkan 2,4 Juta Genteng untuk Program Gentengisasi Perumahan
Maruarar mengatakan, pemberdayaan perajin genteng harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu produk. Menurutnya, kualitas material menjadi salah satu aspek penting agar pelaksanaan program memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
"Seluruh genteng yang digunakan harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekaligus mendorong perajin dan pelaku usaha lokal untuk terus meningkatkan kapasitas produksinya," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).
Selain kualitas produk, Ara meminta pelaksanaan program Gentengisasi dilakukan secara terukur dengan dukungan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah juga perlu memastikan kesiapan produksi dan ketepatan sasaran penerima manfaat sebelum program dijalankan.
Koordinasi antara Kementerian PKP dan pemerintah daerah akan diperkuat untuk memastikan ketersediaan genteng sesuai kebutuhan. Langkah tersebut mencakup kesiapan produksi, pemenuhan standar kualitas, serta kelancaran distribusi agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
Di sisi lain, pemerintah melihat Gentengisasi sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui pemanfaatan produk buatan perajin lokal.
Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha di sepanjang rantai pasok, mulai dari perajin hingga sektor transportasi.
Ara mengatakan manfaat ekonomi program tersebut tidak hanya dirasakan oleh produsen genteng. Sopir truk dan pekerja yang terlibat dalam pengangkutan material juga berpotensi memperoleh manfaat dari aktivitas ekonomi yang tercipta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 8Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







