Bank DBS Digandeng Indodana Kerja Sama Channeling Pembiayaan

AKURAT.CO Indodana Fintech (PT Artha Dana Teknologi) menjalin kerja sama pembiayaan dengan Bank DBS Indonesia (PT Bank DBS Indonesia) untuk menyalurkan pendanaan kepada para pengguna aplikasi Indodana Fintech.
Direktur Utama Indodana Fintech, Ronny Wijaya mengatakan kerja sama dengan Bank DBS Indonesia sebagai lembaga jasa keuangan profesional diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan kredit kepada masyarakat underbanked melalui aplikasi Indodana Fintech yang dapat digunakan kapan saja dan di mana saja.
Kerja sama ini juga mendukung pertumbuhan inklusi keuangan bagi sektor jasa keuangan dan fintech agar bisa memberikan layanan keuangan yang lebih baik kepada masyarakat.
Baca Juga: Indodana Gandeng Circle K Perluas Layanan Pay Later
"Melalui kerja sama penyaluran pinjaman dengan Bank DBS Indonesia ini, Indodana Fintech sebagai jembatan pendanaan bagi masyarakat berkomitmen untuk memberikan layanan yang praktis dan aman agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia dengan bijak," kata Ronny dikutip Selasa (6/2/2024).
Para pengguna Indodana Fintech dapat memanfaatkan layanan Dana Tunai hingga sebesar Rp20 juta yang mudah diakses secara online melalui aplikasi Indodana Fintech yang bisa diunduh di App Store dan Play Store. Layanan ini dapat digunakan dengan aman karena memiliki izin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak tahun 2020.
Senada, Direktur Consumer Banking PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom mengatakan pihaknya mendukung penuh langkah pendanaan yang dijalankan Indodana Fintech.
Kerja sama ini pun selaras dengan pilar keberlanjutan Bank DBS Indonesia yang pertama, yakni Responsible Banking di mana perusahaan berfokus untuk menjadi solusi keuangan terkini dengan menghadirkan produk perbankan yang inovatif, inklusif, dan bertanggung jawab.
Hal ini juga sejalan dengan misi Bank DBS Indonesia untuk mempercepat inklusi finansial. M
"Melalui sistem digital yang dimiliki Indodana, kami yakin bahwa misi kami untuk memperluas akses masyarakat terutama yang berada dalam golongan underbanked terhadap penyaluran kredit akan semakin cepat terlaksana dan dirasakan manfaatnya," ujar Melfrida.
Diketahui, kerja sama pembiayaan antara bank dan fintek lazimnya dilakukan dengan tiga skema yakni executing, channeling dan joint financing atau co-financing. Perbedaan ketiganya ada bagi bagi hasil dan risiko.
Pada skema executing, risiko pembiayaan ke user di tanggung mitra. Sementara risiki pembiayaan skema channeling ditanggung bank. Adapun pada co-financing risiko pembiayaan ditanggung bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








