Kembangkan Sektor UMKM, Jokowi Usul Bos BRI Hingga PNM Dapat Hadiah Nobel

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan, agar sejumlah tokoh pembangunan ekonomi dan sosial di Indonesia bisa memperoleh hadiah Nobel, atas kontribusi mereka pada pengembangan sektor UMKM.
"Bapak Muhammad Yunus itu dapat Nobel karena Grameen Bank memiliki nasabah 6,5 juta. Ini harusnya Pak Dirut Sunarso sudah diberi Nobel, harusnya," kata Jokowi saat membuka agenda BRI Microfinance Outlook 2024, di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (7/3/2024).
Baca Juga: Sumbang 61 Persen ke PDB, UMKM Perlu Perhatian Khusus dari Pemerintah
Dilansir dari laman The Nobel Prize, Muhammad Yunus adalah penerima hadiah Nobel Perdamaian 2006. Pria kelahiran Bangladesh pada 28 Juni 1940 itu merupakan pendiri Grameen Bank dan berhasil menciptakan pembangunan ekonomi dan sosial pada golongan masyarakat miskin di perdesaan.
Sejumlah nama yang diusulkan Jokowi untuk memperoleh hadiah Nobel adalah Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Sunarso atas capaian penyaluran dana pinjaman modal UMKM melalui pembiayaan ultra mikro (UMi) yang kini menyentuh 8,2 juta nasabah.
Selain itu, Indonesia juga mengembangkan sektor UMKM melalui Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) yang berhasil menjaring 15,2 juta nasabah di bawah kepemimpinan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi.
"Enggak tahu mungkin belum dapat karena belum ada yang mengusulkan, mungkin bisa diurus yang urusan-urusan Nobel," katanya.
Menurutnya, kehadiran 65 juta pelaku UMKM telah menyokong 61 persen produk domestik bruto (PDB) ekonomi Indonesia. Salah satu contohnya, adalah upaya mengembangkan sektor UMKM melalui penyertaan modal Program PNM Mekaar yang bergulir sejak 2015.
"PNM Mekaar dari 400 ribu, melompat menjadi sekarang 15,2 juta. Kemudian kredit yang diberikan sudah Rp244 triliun dari yang sebelumnya 2015 saya ingat kurang lebih Rp800 miliar, kemudian masuk ke Rp244 triliun. Itu angka lompatan yang besar sekali. Mestinya hal-hal seperti ini diberikan apresiasi," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








