Akurat
Pemprov Sumsel

70 Persen UMKM Tak Punya Akses Pembiayaan, Samir dan Privy di BFN Dorong Pelaku Usaha Muda Lebih Melek Finansial Lewat Identitas Digital

M. Rahman | 17 Desember 2025, 12:34 WIB
70 Persen UMKM Tak Punya Akses Pembiayaan, Samir dan Privy di BFN Dorong Pelaku Usaha Muda Lebih Melek Finansial Lewat Identitas Digital

AKURAT.CO Akses pembiayaan yang cepat, aman, dan adil masih menjadi tantangan bagi banyak anak muda, mahasiswa, hingga pelaku UMKM. Hal ini tercermin pada hasil survei bank sentral yang menunjukan, 69,5%UMKM dalam negeri masih belum menerima kredit. Sementara, 43,1% UMKM mengaku memerlukan pembiayaan.

Menjawab isu tersebut, Samir berkolaborasi dengan Privy menggelar talkshow bertajuk “Anak Muda Melek Finansial: Peran Identitas Digital Biar Gampang Akses Pembiayaan” dalam rangkaian BFN Fest 2025, yang berlangsung di The Kasablanka Hall, Kamis (11/12/2025).

Talkshow ini menghadirkan Hendra Wahyudin, Business Development Manager Samir, dan Rizky Desi Aggraeni, Senior Business Development Manager Privy, yang membahas peran krusial identitas digital dalam proses pembiayaan digital, khususnya bagi generasi muda dan pelaku usaha pemula.

Dalam pemaparannya, Hendra Wahyudin menjelaskan bahwa banyak pengajuan pembiayaan gagal bukan semata karena kurangnya dana, melainkan karena kualitas dan konsistensi data peminjam.

Baca Juga: Samir Fintek Rayakan 6 Tahun Perjalanan dengan Membangun Ekosistem Pendidikan Inklusif di Sekolah Master Depok

“Risk assessment di platform pendanaan seperti Samir sangat bergantung pada data. Ketika identitas dan data operasional tidak rapi, sistem tidak bisa membaca profil risiko secara akurat. Akibatnya, pengajuan bisa tertolak meskipun secara potensi sebenarnya layak,” jelas Hendra.

Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menjaga rekam jejak finansial, mulai dari kesesuaian pengajuan dengan kemampuan bayar hingga konsistensi data pribadi seperti KTP dan nomor telepon aktif yang digunakan jangka panjang.

Sementara itu, Rizky Desi Aggraeni dari Privy menyoroti peran identitas digital sebagai fondasi utama kepercayaan (trust) dalam ekosistem pembiayaan digital.

“Privy tidak hanya melakukan verifikasi identitas, tetapi memastikan data yang digunakan benar-benar valid dan dapat dipercaya. Dengan identitas digital yang kuat, proses onboarding jadi lebih aman, lebih cepat, dan meminimalkan risiko fraud,” ujar Rizky.

Ia menambahkan, Privy juga menghadirkan solusi Digital ID yang memungkinkan pengguna menggunakan satu identitas digital terverifikasi untuk berbagai layanan keuangan lintas platform, sehingga proses pengajuan pembiayaan menjadi lebih seamless dan konsisten.

Kolaborasi Samir dan Privy dalam talkshow ini menegaskan bahwa integrasi antara platform pendanaan (Pindar) dan penyedia identitas digital memiliki dampak nyata bagi ekosistem, mulai dari peningkatan akurasi penilaian risiko, penurunan potensi penipuan, hingga percepatan keputusan pembiayaan.

Melalui sesi interaktif, diskusi kasus, serta tanya jawab dengan audiens, talkshow ini diharapkan dapat meningkatkan literasi finansial dan kesadaran anak muda akan pentingnya menjaga identitas digital sejak dini sebagai modal utama mengakses layanan keuangan di masa depan.

Dengan semangat “Privilege for Everyone yang Siap Diandelin”, Samir dan Privy berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem keuangan digital yang inklusif, aman, dan terpercaya bagi generasi muda Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa